-->

Iklan InFeed

Hukrim

Ops Lilin 2020 Tidak Maksimal, Suara Knalpot Motor Ganggu Warga dan Waktu Sholat

Cyber Media
27/12/20, 12:22 WIB Last Updated 2020-12-27T08:47:14Z
Wargata.com, Sulsel - Satgas preventif Ops Lilin 2020, Sat Lantas Polres Luwu Utara melaksanakan sosialisasi  dan menyapa warga masyarakat Lutra melalui on air di radio FM Adira, Sabtu kemarin (26/12/2020).

Ops Lilin tahun 2020, sepertinya tidak maksimal yang dilakukan Sat Lantas Polres Luwu Utara dengan menyiarkan langsung melalui radio, apalagi dengan himbaun kemasyarakat khususnya pengguna kendaraan agar mematuhi peraturan Lalulintas dan prokkes.

Salah seorang warga kappuna yang enggan di publis mengatakan bahwa tidak akan terwujud Kamseltibcar Lantas di Luwu Utara kalau dengan giat  yang dilakukan oleh Kasat Lantas Polres Luwu Utara dengan cara sosialisasi dan menghimbau atau menyapa warga saja.

Contoh kecil, maraknya penggunaan knalpot yang suaranya menggelegar bukan main bising dan ributnya kalau melintas, knalpot recing ok, tapi ini knalpot yang dimodifikasi tampa saringan hanya menggunakan pipa besi. "katanya.

Ia menambahkan bahwa motor-motor tersebut juga tidak dilengkapi dengan Nomor polisi alias DeDE, tidak ada lampu satupun yang menempel di motor tersebut, apalagi surat kendaraannya.

"Tidak hanya karena menimbulkan polusi atau suara bising saja, namun faktor mengganggu kenyamanan juga menjadi alasan keluhan warga sekitar"

Hendy warga kappuna saat di konfirmasi Minggu (27/12/2020), mengatakan tak habis pikir, sudah sekian kali Satlantas polres Luwu Utara menggelar Operasi, tak satupun motor yang dimaksud di amankan oleh lantas.

Hingga sekarang Ops Lilin 2020 telah dilaksanakan belum ada tindakan dari Satuan Lalulintas Polres Luwu Utara untuk mengamankan para pengguna motor dengan knalpot tersebut."terang Hendy.

Jamaah Mesjid Nurul Yaqin kampal misalnya, sangat prihatin dengan tidak adanya tindakan polisi,  ini seolah - olah dibiarkan, bahkan pada saat masuk waktu Shalat mereka tampa sadar dengan suara motornya yang ribut.

padahal kami sebagai jamaah dan warga kappuna betul betul sudah merasa terganggu, suara bisingnya itu sangat tidak nyaman, setiap hari kami  mendengar suara keras knalpot motor yang menggelegar dan meraung raung itu. sudah keterlaluan. Kami harap ada tindakan dari pihak Kepolisian khususnya Satlantas Polres Luwu Utara, mengingat adanya "Ops Lilin 2020 ini. "tuturnya.

Senada dengan hal itu, Nasrullah  dalam pernyataanya juga menyoroti peran polisi yang masih juga membiarkan para pengguna knalpot tersebut (bukan racing)  yang bebas berkeliaran, tak peduli di jalanan besar maupun kecil.

“Keberadaannya sangat mengganggu kenyamanan, pengguna sepeda motor ini seolah tidak punya etika dan sopan santun dalam berkendara, harusnya ada tindakan yang diambil Satlantas Polres Luwu Utara, untuk ditertibkan” tutup Ullah kepada Media Wargata.com.  (Awhy)
Komentar

Tampilkan

Timwar

+