-->
  • Jelajahi

    Copyright © Wargata.com
    Info Berada di Sekitar Warga

    Hukrim

    Ads Google Searc

    Banner IDwebhost

    Seorang Anak Kandung Tega Laporkan Orang Tuanya ke Pengadilan Negeri Atas Tuduhan Melawan Hukum

    Media Warga
    13/08/21, 22:13 WIB Last Updated 2021-10-21T16:05:36Z
    Wargata.com, NTB - Perselisihan antara anak dan orang tua kandung kembali terjadi, Kali ini terjadi di Dusun lauk rurung, Desa Sembalun bumbung kecamatan sembalun, Dari informasi yang di himpun media ini, inaq suhelin selaku anak, menggugat orang tua kandungnya yang bernama Amaq Yoni, Jum'at, 13/08/2021.

    Menurut keterangan Amaq yoni sang anak (inaq suhelin) menggugat dirinya ke Pengadilan Negeri (PN) Selong terkait tanah. Dimana dijelaskannya, sebelumnya dirinya menghibahkan tanah tersebut dengan harapan agar dirinya dijaga dan dirawat. Namun ditengah perjalanan dirinya tidak pernah dirawat dan dibiarkan untuk ditelantarkan, Sementara tanah yang di gugat tersebut sudah ia jual ke H. Mahrup dan H. Kenil.

    "Perbuatan dia (red-anaknya) sudah termasuk perbuatan yang seharusnya tidak dilakukan seorang anak, dari dulu dia tidak pernah merawat saya. Itu sudah termasuk namanya anak durhaka,"Paparnya dalam bahasa setempat.

    Ditambahkannya, bahwa sebelumnya tidak pernah ada panggilan untuk permintaan mediasi dari pihak pemerintah desa, "Tiba-tiba saya langsung dihantarkan surat panggilan gugatan dari Pengadilan Negeri (PN)", tambahnya.

    Sementara itu (amaq Musnalim) adik kandungnya saat ditanya oleh Jurnalis Matalensanusantara  membenarkan apa yang di ceritakan oleh amaq Yoni, semuanya benar "saya menyaksikan sendiri bagaimana perlakuan (inaq suhailin) terhadap ayahnya (amaq Yoni) yang sengaja menelantarkan orang tuanya, beruntung saya sebagai saudara  perduli dengan keadaan orang tuanya, yang kadang kadang makan kadang kadang tidak." anak durhaka,"Ucapnya. 

    Kepala Desa Sembalun Bumbung yang di hubungi lewat sambungan telpon singkat membenarkan adanya surat panggilan yang di layangkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Selong kepada Amaq Yoni. ditanya terkait upaya dari pemerintah Desa meredam permasalahan tersebut ia menjelaskan 

    "hal ini baru saya ketahui setelah adanya surat panggilan oleh Pengadilan Negeri (PN) Selong kepada amaq Yoni, jadi tidak ada upaya yang kami lakukan sebagai pemerintah Desa," jelasnya.

    Lebih lanjut, Santi Mandasari, S.H., sebagai Kuasa Hukum mengatakan akan memberikan bantuan Hukum kepada amaq Yoni atas tuduhan dan Loporan anak kandungnya (inaq Suhailin) di pengadilan Negeri (PN) Selong Kabupaten Lombok Timur, bantuan hukum yang diberikan tersebut di lakukan secara sukarela atas dasar kemanusiaan.

    Ia menilai bahwa apa yang dilakukan oleh inaq suhailin terhadap orang tuanya tidak pantas dilakukan oleh seorang anak, dan selain itu, juga menjelaskan bahwa sesuai dengan pernyataan yang di lontarkan oleh orang tuanya tersebut (amaq Yoni) yang sudah mengecap anaknya sebagai anak Durhaka,". Terangnya.

    Ia menyesalkan tidak adanya upaya mediasi yang dilakukan, Karna ini masalah keluarga yaitu hubungan ayah dan anak maka selayaknya di selesaikan secara keluarga tanpa melalui jalur hukum,". Ujarnya.

    (TW/SHD)
    Komentar

    Tampilkan

    Timwar

    +