-->
  • Jelajahi

    Copyright © Wargata.com
    Info Berada di Sekitar Warga

    Banner Ucapan

    Ads Google Searc

    Hukrim

    Banner IDwebhost

    Karhutla di Kecamatan Seko, Warga Minta Polisi Ungkap Pelaku, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

    Admin 10 - Awhy
    22/08/26, 11:13 WIB Last Updated 2026-08-22T15:58:20Z
    Wargata.com, Luwu Utara -- Kebakaran hebat menghanguskan lahan perkebunan dan padang savana di Dusun Kampung Baru, Desa Padang Balua, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara. Akibatnya sekitar 2.200 pohon kakao milik warga ludes terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

    Peristiwa itu terjadi di wilayah Kakea, Dusun Kampung Baru, pada Minggu, 17 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 WITA.

    Berdasarkan informasi di lapangan, api diduga berasal dari pembakaran padang savana di lokasi penggembalaan ternak sapi dan kerbau yang dilakukan orang tak dikenal. Api kemudian merambat ke kebun kakao milik warga.

    Salah satu korban, Akbar Palallo mengatakan pembakaran rumput kering di padang savana memang kerap dilakukan saat musim kemarau agar tumbuh tunas baru untuk pakan ternak.

    “Pembakaran padang savana di lokasi penggembalaan itu sudah jadi kebiasaan warga saat kemarau panjang. Tapi kali ini apinya merambat jauh dan menimbulkan kerugian bagi orang lain,” ungkap Akbar.

    Ia berharap pihak kepolisian segera mengungkap pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. 

    “Kami berharap pihak berwajib dapat mengungkap pelaku pembakaran yang merugikan kami dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

    Terpisah, Bhabinkamtibmas Seko Aipda Forki Wijaya membenarkan kejadian tersebut. 

    “Benar telah terjadi kebakaran di padang savana tempat penggembalaan ternak yang merambat ke perkebunan warga dan menghanguskan kebun coklat milik beberapa warga,” kata Aipda Forki.

    Menurutnya, kebakaran lahan di musim kemarau sangat rawan memicu konflik sosial antara kelompok pekebun dan peternak. 

    “Peristiwa ini rawan menimbulkan perselisihan. Saya sudah melakukan identifikasi di lokasi dan mengumpulkan keterangan warga agar para korban tidak melakukan tindakan yang tidak diinginkan akibat kerugian yang dialami,” jelasnya.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Warga juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan di musim kemarau serta menahan diri agar tidak main hakim sendiri.(@wi)
    Komentar

    Tampilkan

    Daerah

    +