-->

Banner Panglima TNI dan Kapolri

Ucapan Kabid Humas

Ads Google Searc

Sat Lantas

Hukrim

Polres Mamuju Release Terkait Seorang Ibu Tewas Akibat Kesetrum Kabel Perangkap Babi

Riska
10/09/21, 14:43 WIB Last Updated 2021-09-10T10:17:18Z
Wargata.com, Sulbar - Polresta Mamuju melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) menggelar Press Release pengungkapan Kasus dan menetapkan pemilik kebun berinisial M (41) warga desa patti’di, kecamatan simboro, kabupaten Mamuju, Sulawesi barat, tersangka akibat perbuatannya yang telah memasang jeratan babi hingga menewaskan seorang ibu rumah tangga (IRT) inisial S (48) warga linkungan pamombong, Kelurahan Simboro, Kabupaten Mamuju. Kamis, (9/9/2021).

Dalam press release, Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Pandu Arief Setiawan, mengungkapkan, bahwa tersangka M (41) telah memasang kawat yang dialiri listrik dengan menggunakan Aki pada Minggu (5/9/2021) malam untuk mencegah babi hutan yang masuk ke dalam kebun miliknya.

Namun pada keesokan harinya Senin 6 September 202, di pagi hari tersangka M (41) di duga lupa mematikan setrum perangkap babi yang dipasangnya dengan alasan bermain sepak bola hingga menyebabkan korban jiwa terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT) Sudaiyah (48) yang di ketahui bahwa Korban meninggalkan seorang suami beserta enam orang anak saat korban pergi di kebun miliknya.

“Pada pukul 11.00 Wita, tersangka naik ke rumah kebunnya lalu mematikan arus listrik jerat babi yang dipasangnya. Saat mengecek, ternyata menemukan korban sudah terbaring kaku karena tersengat jerat babi yang dialiri Listrik” ujar Mantan Kasat Reskrim Polresta Mamuju .

Lebih Lanjut, AKP Pandu Menerangkan bahwa, Tersangka M (41) sempat menyelamatkan korbannya dengan cara menggeser jenazah korban dari posisi semula dimana korban yang telah tewas kesetrum kabel alat perangkap Babi yang terpasang tersebut sekitar jarak 10 meter dari tempat kejadian. Kata AKP Pandu.

Dalam kasus tersebut tersangka M (41) ada unsur berusaha menghilangkan barang bukti dengan cara menyembunyikan di rumahnya dan tidak memberitahukan kejadian tersebut ke orang lain.

”akibat perbuatannya, tersangka M (41) dijerat dalam pasal 338 subs pasal 359 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara,” Tutup AKP Pandu.

(TW/HS/IN)
Komentar

Tampilkan

Timwar

+