-->

Banner Panglima TNI dan Kapolri

Ucapan Kabid Humas

Ads Google Searc

Sat Lantas

Hukrim

Wagub NTB Dorong Percepatan Serapan Vaksin Berbasis Wilayah

Syukron redaksi wargata.com
09/09/21, 18:24 WIB Last Updated 2021-09-09T13:40:39Z
Wargata.com, NTB - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mendorong percepatan serapan vaksinasi berbasis wilayah. Karena perencanaan dan strategi ini dirasa ampuh untuk mencapai target sebesar 70 persen vaksinasi. Baik itu berbasis desa, Puskesmas, Kapolsek dan basis wilayah atau lingkungan. Semua menyatu dan bersinergi bergotong mempercepat serapan vaksinasi.

"Percepatan serapan vaksin ini juga setelah melihat situasi dan kondisi diwilayah masing-masing," kata Wagub Ummi Rohmi saat Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi Di Wilayah Provinsi NTB bersama Kapolda NTB, Danrem 162/WB dan seluruh jajaran TNI/Polri serta Pemda melalui virtual, Kamis (9/9/2021) di Tribun Lapangan Bharadaksa Polda NTB.

Dikatakan, target dalam sehari 41.000 dosis, merupakan tantangan bagi daerah. Oleh sebab itu secara teknis, begitu vaksin datang harus langsung di droping ke kabupaten/kota.

"Supaya serapannya cepat," kata mantan ketua DPRD kabupaten Lotim ini.

Selain itu, Wagub menekankan sistem dan manajemen pelaporannya juga harus cepat dan bagus. Begitu serapan vaksin dilakukan maka segera laporkan.

"Ini penting, agar pemerintah pusat dapat melihat serapan vaksin kita. Tujuannya setelah dosis habis pusat akan segera mendroping vaksin secepatnya," tutup Wagub.

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal, S.Ik menegaskan, Rakor ini penting untuk menyamakan persepsi dan strategi. Sehingga proses percepatan penyerapan vaksin di Kabupaten/Kota tercapai.

"Selama ini penanganan Covid sudah baik,  Covid dapat dikendalikan di NTB," kata mantan  Kaduv Humas Mabes Polri ini.

Diakuinya, hingga saat ini serapan vaksin di NTB masih rendah.  Ini peringatan bagi semua. Untuk itu agar status level 3 ini turun ke level 2, salahsatu cara adalah percepatan serapan vaksin.

"Kami di jajaran Polda dan Korem sudah meminta agar Kabupaten/Kota menggenjot serapan vaksin," tegasnya.

Dikatakan, kalau target pusat 41.000 perhari, maka dengan sinergi Pemda, TNI/Polri akan mampu dengan target di atas itu.


Tercatat Pencapian NTB hingga Rabu 8 September 2021 adalah, Dosis 1 sejumlah 5.869 dosis,  Dosis 2 sejumlah 3.799 dosis. Sehingga totalnya 9. 668 dosis. Sedangkan target 41.394 dosis, maka hasilnya masih kurang 31.726 dosis.

Sedangkan pencapian NTB sampai Rabu 8 September 2021, dari dashboard vaksin kemenkes RI update 18.00 WIB, Sasaran 3.910.638, Capian dosis 1 : 736.262 (18,83%), Capian dosis 2 : 382. 957 ( 9,79 %)

Ditambahkan Danrem 162/WB, Brigjen Ahmad Rizal Ramdhani,  TNI/Polri berkomitmen sejak awal dengan Kapolda untuk menangani Pandemi ini secara total.

"Bagi kami merupakan harga mati, tidak ada kebijakan yang lain, pandemi harus ditangani dan vaksinasi harus terserap sesuai target,"kata Danrem.

Target 41.000 ini harus tuntas. Bahkan di NTB, Pemda bersama TNI/Polri menargetkan 45.000 dosis perhari harus bisa terserap.

Sistemnya jemput bola. Datangi masyarakat dirumah dan bila perlu Nakesnya mendatangi rumah warga. Gunakan sistem pendekatan humanis dan lain sebagainnya.

"Nakes dan fasilitas lain kita bersama Pemda dan TNI/Polri sudah siap," tutupnya.

Turut hadir dalam rakor, Asisten I Setda, Kadikes Provinsi NTB dan Jajaran Polda NTB. 

(KMF/HS)
Komentar

Tampilkan

Timwar

+