-->
  • Jelajahi

    Copyright © Wargata.com
    Info Berada di Sekitar Warga

    Hukrim

    Kapolri dan Kadiv

    Ads Google Searc

    Para Kapolres Polda Sulsel

    Pemerasan Dengan Modus Sex Phone, Ditreskrimsus Polda Kepri Amankan Tersangka

    Admin 3
    06/01/22, 17:38 WIB Last Updated 2022-01-06T10:38:27Z
    Wargata.com, Batam - Sebanyak 10 orang tersangka terdiri dari 1 orang perempuan dan 9 orang lelaki tersebut adalah Warga Negara China dan Vietnam yang berinisial TTP, LH, MXJ, ZW, ZCG, LYW, TXQ, MTY, WB, dan MXW berhasil diamankan oleh Dit Reskrimsus Polda Kepri atas dugaan Tindak Pidana Penipuan Dan Pemerasan Dengan Modus Sex Phone di Kota Batam, hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S, S.IK., M.Si., didampingi Dir Reskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Teguh Widodo, S.I.K., bertempat di Media Center Bid Humas Polda Kepri. Kamis, (6/1/22).

    "Hadir dalam kegiatan ini yaitu Dir Reskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Teguh Widodo, S.I.K., Kepala Bidang Teknologi Informasi Dan Komunikasi Keimigrasian (TIKKIM) Kantor imigrasi kelas I Khusus TPI Batam Tessa Harumdila, A.md. Im., S.H., M.Si., Kasubdit V Dit Reskrimsus Polda Kepri Kompol Robby Topan Manusiwa, S.I.K." Kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

    Dir Reskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Teguh Widodo, S.I.K., menjelaskan bahwa ada hari ini, "kita melaksanakan Konferensi pers atas dugaan Tindak Pidana Penipuan dan Pemerasan dengan Modus Sex Phone oleh Subdit V Ditreskrimsus Polda Kepri. Berawal dari informasi masyarakat tim Subdit V Ditreskrimsus Polda Kepri telah berhasil mengamankan 10 orang tersangka di salah satu rumah yang ada di Kota Batam. Setelah dilakukannya pemeriksaan terhadap 10 orang tersangka ini mereka berasal dari China dan Vietnam yang di duga melakukan Tindak Pidana Penipuan dan Pemerasan Dengan Modus Sex Phone melalui aplikasi Wechat." Jelasnya.

    Lanjut dijelaskan, dari 10 orang tersangka ini memiliki perannya masing-masing, ada yang bertugas melakukan profiling kepada korban yang berada di Negara China, ada juga yang menjadi Icon yang melakukan video call sex, dan juga melakukan pencarian korban, menghubungi korban, merekam video call sex, mengancam korban, serta memeras korban dengan menggunakan sistem elektronik aplikasi wechat.

    "Pagi ini kita akan melimpahkan berkas pemeriksaan atau kepada pihak Imigrasi." Ucap Dir Reskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Teguh Widodo, S.I.K.

    Sementara Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKKIM) Kantor imigrasi kelas I Khusus TPI Batam Tessa Harumdila, A.md. Im., S.H., M.Si., mengucapkan terimakasih kepada Dirkrimsus Polda Kepri dan Kabid Humas Polda Kepri.

    Tentu dari kejadian ini, "kita terus melakukan pengawasan lebih optimal disetiap pintu masuk yang ada di Kota Batam. Dan juga tidak hanya dipintu Kota Batam, juga pintu masuk dari Jakarta dan kota-kota lainnya." Ucapnya.
    Berkaitan hal tersebut, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., membenarkan bahwa, tim Subdit V Ditreskrimsus Polda Kepri telah berhasil mengamankan 10 orang tersangka di perumahan Palazzo Garden Kota Batam atas dugaan Tindak Pidana Penipuan Dan Pemerasan Dengan Modus Sex Phone. Dari TKP yang berhasil diamankan beberapa alat komunikasi berupa Laptop dan Handphone yang digunakan oleh ke 10 orang tersangka untuk melakukan aksinya.

    Adapun tersangka berinisial TTP yang berperan sebagai Icon yang melakukan Video Call Phone Sex, dan kemudian rekan-rekan tersangka lainnya yang akan melakukan tindakan pemerasan terhadap korban. Para tersangka melakukan aksinya sejak bulan Agustus 2021 dan mereka sudah berada di Indonesia sejak 6 bulan yang lalu." Ungkap Kabid Humas Polda Kepri

    "Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) Dengan Pidana Penjara Paling Lama 6 (Enam) tahun Dan/Atau Denda Paling Banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Dan/atau pasal 45 Ayat (4) Jo Pasal 27 Ayat (4) Dengan Pidana Penjara Paling Lama 6 (Enam) Tahun Dan/Atau Denda Paling Banyak RP 1.000.000.000,00 (Satu Miliar Rupiah) Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik. Selanjutnya 10 orang tersangka tersebut pada hari ini akan diserahkan kepada Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam." Tandas kabid Humas. 

    (MW/RL/SR)
    Komentar

    Tampilkan

    Timwar

    +