-->
  • Jelajahi

    Copyright © Wargata.com
    Info Berada di Sekitar Warga

    Hukrim

    Kapolri dan Kadiv

    Ads Google Searc

    Para Kapolres Polda Sulsel

    Darurat Kasus Kekerasan Seksual, Lombok Timur Pingin Predikat Kabupaten Layak Anak

    Syukron redaksi wargata.com
    08/03/22, 10:32 WIB Last Updated 2022-03-08T15:08:46Z
    Ilustrasi
    Wargata.com, NTB - Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dicanangkan menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA). Namun untuk meraih predikat itu masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dituntaskan. Baru-baru ini kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali terjadi

    Triyati Aktifis Perempuan dan Anak Lotim mengatakan kasus kekerasan terhadap anak dari tahun ke tahun terus terjadi. Untuk itu perlu adanya perhatian serius semua pihak. Serta jangan menganggap menjadi hal biasa yang disebabkan kejadiannya terus berulang. Padahal Undang-Undang (UU) sudah mengatur tentang kekerasan terhadap anak.

    "UU  sudah ada ternyata tidak membuat orang takut, miriskan," keluh Triyati, Senin (7/3/2022).
     
    Dirinya juga menegaskan untuk mewujudkan KLA salah satunya angka kasus kekerasan seksual dan pernikahan dini nol. Sejauh ini  masih banyak terjadi dan masalah ini menjadi PR semua pihak. Meskipun pemerintah sudah menekankan untuk membuat Peraturan Desa (Perdes) ataupun awik-awik yang pencegahan perkawinan usia anak. 

    "Bupati membuat Perdes lalu implementasi apa, harus dibenahi bagaimana menjadi KLA," sambungnya. 

    Pemerintah juga dinilai layaknya 'pemadam kebakaran' ketika ada masalah baru menyelesaikan. Namun melupakan unsur pencegahan. Sebab pencegahan dinilai lebih penting. Untuk mewujudkan KLA harus serius dan semua peraturan yang telah dibuat  harus lebih serius untuk diimplemetasikan.

    "Jangan ada kasus baru greget, pencegahan itu tidak kalah penting," katanya 

    Sementara itu kepala Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lotim Judan Putrabaya mengatakan Lotim darurat kekerasan seksual. Tahun 2022 secara beruntun sejak januari hingga awal bulan maret kasus kekerasan sekual terhadap anak dengan korban lebih dari 15 orang. Cukup menghawatirkan  pelakunya juga tidak sedikit anak di bawah umur.

    "Pemda Lotim melalui bupati harus lebih berani melakukan tekanan pada para kepala desa supaya menjadikan perlindungan anak dari berbagai kekerasan sebagai salah satu skala prioritas di sertai anggarannya. Hanya dengan cara tersebut k setidaknya dapat meminimalisir kasus-kasus," tegasnya. 


    Ia melanjutkan Lotim saat ini sedang gencarnya berjuang mencapai predikat  Kabupaten Layak Perempuan dan Anak. Sebagai upaya dengan menciptakan secara fakta tidak ada anak ataupun perempuan menjadi korban-korban baru.  Dirinya khawatir kenyataan dilapangan  lebih banyak yang menjadi korban. Namun karena kkeluarga korban takut ataupun tidak tahu  kemana melapor sehingga kasusnya berlalu begitu saja.

    "Oleh karena itu gerakan secara masif dari semua komponen anak bangsa mulai dari tokoh pemuda, agama, adat, pejabat, pemerintah, dan ormas bergandengan tangan dan gerak bersama melakukan upaya upaya preventif minimal di wilayah tempat tinggal masing-masing," harapnya.

    (TW/KN)
    Komentar

    Tampilkan

    Timwar

    +