-->
  • Jelajahi

    Copyright © Wargata.com
    Info Berada di Sekitar Warga

    Hukrim

    Ads Google Searc

    Banner IDwebhost

    Lakukan Praktik Aborsi, Seorang Mahasiswi di Amankan Polisi

    Syukron redaksi wargata.com
    21/06/22, 08:51 WIB Last Updated 2022-06-21T02:30:07Z
    Wargata.com, NTB - Unit PPA (Perlindungan Perempuan Dan Anak) Sat Reskrim Polresta Mataram mengamankan terduga seorang Mahasiswi BRB, (22) asal Sumba melakukan praktik aborsi. Minggu, (19/06/22).

    Kapolresta Mataram melalui Kasat Reskrim Kompol Kadek Adi Budi Astawa ST S.IK., mengatakan, bahwa telah terjadi praktik aborsi yang dilakukan terduga seorang perempuan inisial BRB asal Sumba, 22, Mahasiswi, yang diketahui berlamat di jalan Pejanggik, Pajang, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram Kota Mataram

    "Dengan kronologis kejadian sekitar pukul 19.00 wita, piket Sat Reskrim Polresta Mataram menerima informasi dari RS Kota Mataram terkait adanya seorang perempuan yang datang dengan keluhan sakit di perut " Kata Kasat Reskrim. 

    "Kemudian dilakukan penanganan di IGD lalu dialihkan ke Ruang Persalinan. Dan saat dilakukan penanganan, janin sudah kondisi hampir keluar dari rahim. Dan saat janin keluar dari rahim sudah dalam keadaan meninggal dunia", terang Kompol Kadek

    Lebih lanjut, saat pemeriksaan menurut keterangan dari terduga BRB bahwa pada tanggal 10 Juni 2022 terduga memesan obat merk  Cytotec sebanyak 1 setrip dan 3 bungkus kapsul tanpa merk secara online. Kemudian sekitar tanggal 18 Juni 2022 terduga menerima pesanan tersebut dan membayarnya di jasa kurir seharga Rp. 1.335.000

    "Terduga meminum sebagian obat tersebut didalam kamar kosnya dan setelah itu terduga mengalami rasa nyeri dibagian perut serta mengeluarkan bercak darah di alat kelaminnya. Namun efeknya tidak lama dan keesokan harinya yaitu pada hari Minggu tanggal 19 Juni 2022 sekitar pukul 12.00 wita terduga kembali mengkonsumsi obat tersebut dan setelah itu terduga merasakan sakit pada bagian perut serta mengeluarkan darah dibagian alat kelaminnya", pungkas Kompol Kadek 

    "Terduga sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya sehingga menghubungi sepupunya untuk membawanya kerumah sakit, dan terduga dibawa ke RS Kota Mataram dan dibantu oleh sepupu dan temannya. Sesampai di rumah sakit terduga sudah melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki, namun keadaan bayi tersebut sudah dalam keadaan meninggal dengan warna kehitaman", Imbuhnya.

    Kompol Kadek juga menjelaskan, saat ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi, dan olah tkp di kos/kamar terduga di daerah Pajang namun nihil ditemukan bekas obat yg dikonsumsi terduga dan penyidik sempat melakukan pemeriksaan terhadap suami/pacar terduga yang tidak kooperatif

    Langkah berikutnya adalah melakukan pemeriksaan terhadap terduga dan berkoordinasi dengan dokter forensik terkait penyebab kematian dari janin tersebut, Jelas Kompol Kadek.

    (HS/MW)
    Komentar

    Tampilkan

    Timwar

    +