-->
  • Jelajahi

    Copyright © Wargata.com
    Info Berada di Sekitar Warga

    Hukrim

    Kapolri dan Kadiv

    Ads Google Searc

    Para Kapolres Polda Sulsel

    Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos, Polisi Langsung Lakukan Evakuasi

    Syukron redaksi wargata.com
    27/06/22, 06:53 WIB Last Updated 2022-06-27T00:11:11Z
    Wargata.com Mataram NTB-  Seorang pria asal Surabaya, Jawa Timur (sesuai KTP) berusia 49 Tahun, PNS, ditemukan tidak bernyawa didalam kamar Kos-kosan di jalan Datu Brenge, lingkungan Kebon sari, Kecamatan Ampenan Kota Mataram, Minggu, (26/06/2022).

    Pria bernama Didik Poerwanto ditemukan tak bernyawa pertama kali oleh teman sekantornya Haerul Ashari (saksi) dan beberapa tetangga kosnya. Hal ini disampaikan oleh Kapolsek Ampenan Kompol Ricky Yuhanda, S.E., S.IK., saat dikonfirmasi awak media. 

    Lebih lanjut, Kronologis kejadian berdasarkan keterangan saksi (teman sekantornya) yang menghubungi korban melalui telepon sekitar pukul 16:00 wita namun korban tidak mengangkat telepon tersebut. Saksi mencoba menghubungi beberapa kali namun tetap tak ada respon.

    Atas kejadian tersebut, saksi merasa penasaran karena telponnya tidak di respon, akhirnya memutuskan untuk melihat korban ke kos-kosannya yang berada di wilayah Ampenan tersebut.

    "Saat saksi tiba di kos-kosan korban langsung mengetuk pintu beberapa kali tetapi tidak ada suara apa-apa dari kamar korban, sehingga saksi bersama tetangga kos membuka pintu kamar yang memang tidak terkunci. Saat itu melihat korban dalam keadaan tertelungkup tidak bergerak, kemudian saksi mencoba untuk memegang dan membalik korban tetapi tubuh korban dalam keadaan kaku dan mengeras dingin diduga sudah tak bernyawa,"jelasnya.

    Atas kejadian itulah saksi melaporkan ke Polresta Mataram dan langsung ditindak lanjuti oleh personil piket SPKT Polresta Mataram dan Polsek Ampenan dengan mendatangi TKP dengan membawa mobil unit Ambulance.

    Saat tiba di TKP korban memang ditemukan dalam keadaan kaku , dingin dan sudah tidak bernyawa. Kemudian anggota melakukan evakuasi jenazah untuk dibawa ke RS Bhayangkara untuk di identifikasi.

    "Dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga menghembuskan nafas terakhirnya akibat kelelahan. Selanjutnya personil piket menghubungi keluarganya yang berada di luar daerah," tutupnya.

    (HS/MW)
    Komentar

    Tampilkan

    Timwar

    +