Wargata.com, Luwu Utara -- Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-758 Luwu (HJL) dan peringatan ke-80 Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL), perangkat Kedatuan Luwu melaksanakan ziarah ke makam Dato’ Sulaiman di Desa Pattimang, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, Senin (19/1/2026).
Selain berziarah ke makam Dato’ Sulaiman, perangkat Kedatuan Luwu yang diwakili oleh Andi Saddakati Arsyad Opu To Padali atau lebih dikenal Opu Patunru juga berziarah ke makam Datu Luwu, La Pattiware’, yang merupakan raja pertama Luwu yang menerima ajaran Islam dari Dato’ Sulaiman, ulama asal Minangkabau.
Ziarah ke makam Dato’ Sulaiman ini merupakan tradisi tahunan yang sakral bagi masyarakat Tana Luwu, sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada Dato’ Sulaiman yang telah berjasa dalam menyebarkan ajaran agama Islam di wilayah Kerajaan Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ziarah ini juga diikuti oleh Makole Baebunta Hj. Andi Syarifah Muhaeminah, Kepala Disdikbud Misbah, Kepala Disporapar Saleh, Camat Malangke Andi Mansyur Panda, Kades Pattimang Andi Sumarni, Arung Malangke Andi Takdir, Sekretaris Panitia HJL-HPRL Salahuddin Abadi AS dan Ketua Lembaga Adat La Pattiware’ Takdir Sainal.
Prosesi ziarah adat ke makam Dato’ Sulaiman dan La Pattiware’ ini berlangsung penuh khidmat. Sebelum rombongan Kedatuan Luwu tiba di Kompleks Makam Datuk Pattimang, sesuai prosedur adat yang disepakati, terlebih dahulu rombongan Kedatuan Luwu silaturahmi di Bolagawe.
Usai ziarah, perwakilan Kedatuan Luwu, yang juga merupakan salah satu Dewan Adat Kedatuan Luwu, Andi Saddakati Arsyad Opu To Padali, mengatakan bahwa ziarah ke kompleks makam Datuk Pattimang ini dalam rangka sebagai rangkaian peringatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80.
“Ziarah ini bukan sekadar ritual seremonial semata, tetapi juga sebagai pengingat bagi kita semua akan fondasi spiritual, serta nilai-nilai religius yang diletakkan oleh para pendahulu kita, yaitu Dato Sulaiman dan Datu La Pattiware’,” terang Andi Saddakati Arsyad di Baruga Datuk Pattimang.
Menurutnya, ziarah ke kompleks makam Datuk Pattimang ini sebagai penegas bahwa masyarakat, khususnya pemangku adat Kedatuan Luwu sangat menghormati nilai-nilai luhur adat dan budaya sebagai identitas Luwu yang tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai agama Islam itu sendiri.
“Kami datang ke sini dalam tentunya dalam rangka berziarah ke makam Dato’ Sulaiman dan Datu Luwu La Pattiware’ sebagai rangkaian kegiatan HJL dan HPRL. Kemudian juga sekaligus mengikuti prosesi adat Kemakolean Baebunta di tempat ini usai dikukuhkan kemarin,” terangnya.
Sementara Makole Baebunta, Andi Syarifah Muhaeminah, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada rombongan Kedatuan Luwu yang melakukan prosesi adat nan sakral, yaitu berziarah ke makam Dato’ Sulaiman dan Datu Luwu La Pattiware’.
“Terima kasih, opu, bersama rombongan Kedatuan Luwu yang telah datang berziarah di tempat ini. Sekaligus juga, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penerimaan kami ini ada hal-hal yang kurang berkenan, kami mohon dimaafkan,” ucap Makole Andi Syarifah.
Tak lupa, Andi Syarifah juga meminta bimbingan dari Kedatuan Luwu. Mengingat dirinya baru saja dilantik sebagai Makole ke-36 Baebunta yang masih butuh bimbingan dan arahan, utamanya yang terkait dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin adat di Kemakolean Baebunta.
“Secara pribadi, saya sebagai orang baru, tentunya sangat butuh arahan dan bimbingan dari kita semua, para pemangku adat di Kedatuan Luwu. Tentunya masih banyak hal baru yang perlu saya pelajari, dan berharap bimbingan dan arahan dari kita semua,” tandas Makole Andi Syarifah.
Untuk itu, dalam waktu dekat dirinya akan mengadakan kunjungan silaturahmi ke Kedatuan Luwu. “Insya Allah, saya akan bersilaturahmi di Kedatuan Luwu, termasuk dengan Dewan Adat 12, untuk memperkenalkan diri dan memohon wejangan dari Datu Luwu dan kita semua,” tandasnya. (LHr/@wi)




