Wargata.com, Sulsel – Dalam rangka menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran Tahun 2026 (1447 H), Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jampea Wilayah Kerja Bonerate menggelar rapat koordinasi penyelenggaraan angkutan laut Lebaran bersama berbagai instansi terkait.
Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan pada Selasa, 17 Maret 2026 di Kantor UPP Kelas III Jampea Wilayah Kerja Bonerate dan dipimpin oleh Petugas Wilker Bonerate Ade Ilhamsyah, A.Md.Tra. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, TNI, Satpol-PP, tenaga kesehatan, petugas Dishub lokal, relawan PMI, serta pihak agen pelayaran.
Dalam rapat tersebut dibahas berbagai agenda penting, di antaranya koordinasi penyelenggaraan angkutan laut Lebaran, pembentukan posko angkutan laut Lebaran, pengaturan kelancaran arus penumpang, serta penguatan aspek keselamatan dan keamanan di Pelabuhan Bonerate.
Petugas Wilker Bonerate menyampaikan bahwa Pelabuhan Bonerate telah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran mobilitas penumpang selama masa angkutan Lebaran. Seluruh instansi yang terlibat juga menyatakan komitmen untuk meningkatkan koordinasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan penumpang.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, akan dibentuk Posko Angkutan Laut Lebaran yang melibatkan unsur pemerintah, TNI, tenaga kesehatan, serta relawan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Selain itu, operator dan agen kapal juga diharapkan memastikan kesiapan armada, kelengkapan dokumen kapal, serta keselamatan penumpang selama masa angkutan Lebaran berlangsung. Dukungan layanan kesehatan juga akan disiapkan oleh UPTD Puskesmas Pasimarannu dan PMI Kecamatan Pasimarannu untuk memberikan pertolongan pertama apabila diperlukan.
Dalam rapat tersebut juga disepakati sejumlah langkah pengaturan operasional pelabuhan saat puncak arus mudik dan arus balik Lebaran. Di antaranya penutupan portal masuk pelabuhan hingga kapal sandar dengan aman, pengaturan parkir kendaraan di area pelabuhan, serta kewajiban penumpang menunggu di area terminal sebelum proses naik kapal dilakukan.
Untuk menghindari terjadinya kelebihan kapasitas penumpang di atas kapal, pembelian tiket akan disesuaikan dengan kapasitas muat kapal yang diizinkan dan akan diterapkan sistem nomor antrian di loket tiket terminal. Penumpang yang tidak mendapatkan nomor antrian diminta menunggu keberangkatan kapal berikutnya.
Rapat koordinasi berlangsung dengan lancar dan seluruh pihak yang hadir menyatakan kesiapan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 di wilayah Pelabuhan Bonerate.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama sebagai bentuk mempererat silaturahmi dan sinergi antar instansi yang terlibat dalam pelayanan transportasi laut di wilayah tersebut. (HT).



