Wargata.com, Yogyakarta -- Rangkaian agenda benchmarking Yayasan Andi Manenne Cendekia Kabupaten Luwu Utara resmi memasuki puncaknya melalui kunjungan kerja strategis ke Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. Kunjungan ini menjadi langkah krusial dalam mematangkan persiapan teknis dan kurikulum pendirian Politeknik Teknologi dan Inovasi (POLTEKIS) Luwu Utara.
Kedatangan rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Utara sekaligus Pendiri Yayasan Andi Manenne Cendekia, Andi Abdullah Rahim, disambut hangat oleh pihak pimpinan kampus. Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni Sekolah Vokasi UGM, Dr. Endang Soelistyowati, S.Pd., M.Pd., menerima delegasi daerah tersebut di kompleks rektorat vokasi.
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Endang Soelistyowati memaparkan secara komprehensif berbagai program unggulan berbasis kurikulum terapan. Sekolah Vokasi UGM secara konsisten mengintegrasikan proses pembelajaran, riset inovasi, dan pemanfaatan teknologi untuk menghasilkan produk bernilai tinggi yang diangkat dari potensi daerah.
Sesi diskusi berlangsung interaktif saat tuan rumah memperkenalkan salah satu hasil karya inovasi nyata mereka, yakni produk olahan cokelat murni riset terapan. Sajian olahan cokelat tersebut menyimbolkan bagaimana sebuah komoditas mentah lokal dapat ditransformasikan menjadi produk industri bernilai ekonomi tinggi melalui sentuhan ilmu pengetahuan vokasional.
Menyaksikan langsung hasil kerja ilmiah tersebut, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim menyampaikan optimismenya terhadap prospek pendirian POLTEKIS di wilayahnya. Konsep pengembangan agroindustri yang dipraktikkan oleh Sekolah Vokasi UGM dinilai memiliki benang merah yang sangat presisi dengan karakteristik sumber daya alam Luwu Utara, terutama sektor komoditas kakao.
Andi Abdullah Rahim menegaskan bahwa potensi besar perkebunan kakao yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi warga harus dikelola dengan pendekatan teknologi terkini. Melalui kehadiran POLTEKIS, komoditas lokal tersebut diupayakan tidak lagi keluar dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah secara mandiri oleh SDM lokal terampil.
"Potensi yang dikembangkan di UGM sebagian besar juga ada di Luwu Utara, salah satunya kakao. Ini menjadi peluang besar untuk dikembangkan melalui pendidikan vokasi sehingga menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas Andi Abdullah Rahim.
Kunjungan resmi ke Sekolah Vokasi UGM Yogyakarta ini sekaligus menutup rangkaian perjalanan benchmarking Yayasan Andi Manenne Cendekia setelah sebelumnya menyelesaikan agenda serupa di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Langkah ini menjadi fondasi awal Pemkab Luwu Utara dalam mencetak generasi muda berdaya saing global.(@wi)




