Wargata.com, Luwu Utara -- Kondisi Monumen Pendidikan atau Tugu Pena di Jalan Taman Siswa (Tamsis), Masamba, Kabupaten Luwu Utara, menjadi sorotan warga karena dinilai kurang terawat dan mulai tertutup oleh aktivitas usaha di sekitarnya. Rabu (30/9/2026).
Salah seorang warga yang meminta namanya disamarkan, Daus, mengatakan keberadaan warung kopi (warkop) di sekitar tugu telah mengubah fungsi ruang publik yang sebelumnya dimanfaatkan masyarakat dan pelajar.
Menurutnya, bangunan warkop dan pepohonan membuat Tugu Pena sulit terlihat sehingga mengurangi nilai edukasi dan sejarah yang dimiliki monumen tersebut.
“Generasi muda bisa kehilangan pemahaman tentang sejarah dan makna Tugu Pena karena keberadaannya sudah tidak terlihat jelas,” ujar Daus.
Ia meminta pemerintah daerah, termasuk pihak kecamatan dan kelurahan, segera melakukan penataan kawasan, menertibkan pemanfaatan ruang di sekitar monumen, serta melakukan pembersihan dan renovasi tugu.
Daus juga berharap fungsi kawasan tersebut dikembalikan sebagai ruang publik yang nyaman dan edukatif bagi pelajar. Pasalnya, lokasi itu sebelumnya menjadi tempat siswa beristirahat, bermain, dan menunggu jemputan setelah pulang sekolah.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah agar Tugu Pena kembali menjadi simbol pendidikan dan identitas daerah di Kabupaten Luwu Utara. (@wi)




