Melalui klarifikasi yang disampaikan bersama kuasa hukumnya, M. Akbar dan Taufik, Haeruddin menegaskan bahwa kedatangannya ke lokasi kejadian bukan untuk melakukan pengeroyokan, melainkan menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pengrusakan jalan tani milik Pemerintah Desa Lampuawa.
Haeruddin menjelaskan, sehari sebelum kejadian, dirinya menerima laporan dari seorang warga mengenai dugaan pengrusakan jalan tani. Ia juga mengaku mendapat informasi adanya tulisan pada tenda terpal sebuah pondok yang berbunyi, "Kami akan datang besok."
Menindaklanjuti informasi tersebut, keesokan harinya Haeruddin bersama sejumlah warga mendatangi lokasi jalan tani yang dilaporkan mengalami kerusakan.
Namun, tidak lama kemudian, AK bersama PT juga tiba di lokasi. Haeruddin mengaku sempat mempertanyakan alasan dugaan pengrusakan jalan tersebut hingga terjadi adu mulut.
"Saya bertanya kepada mereka, kenapa jalan itu dirusak. Kemudian dia menjawab, 'Kenapa kalau saya yang merusak, apakah kamu marah?'" ungkap Haeruddin.
Menurut pengakuannya, situasi kemudian memanas hingga terjadi tarik-menarik tombak antara dirinya dan pihak yang berada di lokasi.
Haeruddin mengaku berusaha menarik tombak yang dipegang terduga pelaku karena merasa terancam. Namun, dalam kejadian tersebut, dirinya justru terjatuh ke tanah.
"Setelah saya tersungkur di tanah, terjadilah pemukulan. Saya tidak melihat secara langsung bagaimana pemukulan itu terjadi karena posisi saya sudah terjatuh," jelasnya.
Ia juga mengakui sempat meminta pertolongan kepada anak dan keponakannya yang berada di lokasi setelah terjatuh.
Atas insiden tersebut, Haeruddin secara tegas membantah tudingan bahwa dirinya terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap AK.
Ia menyebut kedatangannya semata-mata untuk mengklarifikasi kejadian sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Sementara itu, pendampingan kuasa hukum M. Akbar dan Taufik dalam penyampaian klarifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya Haeruddin menyampaikan versi kejadian menurut keterangannya.
Meski demikian, seluruh rangkaian peristiwa tersebut masih perlu diuji melalui proses hukum dengan mengedepankan keterangan para pihak, saksi, serta bukti-bukti yang ada.
Hingga berita ini diterbitkan, klarifikasi yang disampaikan Haeruddin merupakan keterangan dari pihaknya dan belum menjadi kesimpulan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.(@wi)





