-->

Hukrim

Iklan InFeed

Debat Publik, Duet AKAS Paling Kompak, Jawabannya Tepat Waktu dan To The Point

Riska Hidayanti
22/11/20, 17:11 WIB Last Updated 2020-11-22T10:11:43Z
 
Wargata.com, Sulsel - Debat Publik Pilkada Luwu Utara baru saja dimulai tepat pukul 15.15 Wita di Ballroom Four Points Sheraton Makassar, Minggu 22 November 2020.

Pasangan Calon AKAS yang mendapat nomor urut 3 dalam event lima tahunan itu tampil mengesankan.

Kekompakan calon bupati dan wakil bupati Luwu Utara itu dipertontonkan oleh Arsyad Kasmar-Andi Sukma. 

Dalam debat yang dipandu oleh Liviana Cherlisa, jutaan pasang mata tertuju pada duet berakronim AKAS yang tidak saja kompak tapi secara gamblang memaparkan visi misi dan programnya dengan tepat waktu. 

Di sesi satu, ketiga Paslon memaparkan visi misinya. M Thahar Rum (MTR-RL) lebih banyak berbicara pada masalah pembangunan infrastruktur pascabanjir, sedangkan petahana Indah Putri Indriani menonjolkan aspek pembangunan berkelanjutan dalam 5 Bisa.

AKAS sendiri lewat Arsyad Kasmar sebagai calon Bupati menonjolkan visi misi ekonomi kerakyatan yang berbasis pada peningkatan kualitas SDM dan optimalisasi Sumber Daya Alam (SDA) dengan membangun industri berbasis pada produksi SDA, perkebunan pertanian dan perikanan.

Di sesi kedua pendalaman visi misi, IDP Paslon nomor urut 2 mendapat kesempatan pertama.
Tentang kebijakan pembelajaran tatap muka dan strategi pendidikan yang sudah ia lakukan selama ini. 

Sedangkan Arsyad Kasmar Paslon nomor urut 3 itu memilih amplop C dengan pertanyaan seputar kemajemukan bangsa dengan ragam keyakinan, paham, agama dan suku bangsa serta mengantisipasi paham radikal. 

Secara cerdas Arsyad Kasmar menjelaskan kiat-kiatnya dalam mempersatukan kemajemukan tersebut dimana kepemimpinan yang adil bagi semua golongan adalah kata kuncinya.

"Luwu Utara, adalah miniatur Indonesia, semua suku ada disini, beragam agama, budaya, untuk itu kehadiran pemimpin yang adil bagi semua golongan, rahmatan lil alamin yang akan membuat keberagaman itu menjadi potensi untuk membangun Lutra lebih baik tanpa harus khawatir dengan paham liberal dan radikal," tandas Arsyad.

Sedangkan Andi Sukma yang ikut menimpali, menyebut faktor budaya dan kebiasaan masyarakat harus diperhatikan agar masyarakat bisa tumbuh dan hidup berdampingan dengan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama.

(Awhy)
Komentar

Tampilkan

Wargata.com

+