-->

Hukrim

Iklan InFeed

Arsyad Janjikan Upah Honorer Naik Rp 1,5 Juta Perbulan

Riska Hidayanti
22/11/20, 12:47 WIB Last Updated 2020-11-22T05:47:24Z
 
Wargata.com, Sulsel - Calon Bupati Luwu Utara H Arsyad Kasmar melakukan kampanye di dusun Rante Malino, desa Salassa, Kecamatan Babeunta, Selasa 18 November 2020 malam. 

Di orasi kampanye cabup dengan akronim AKAS ini menyampaikan berbagai visi misi dan programnya jika terpilih menjadi bupati. 

Dimulai dari bidang pertanian ia bersama wakilnya Andi Sukma, akan fokus membenahi persoalan-persoalan yang selama ini dikeluhkan petani, utamanya keterbatasan pupuk, keterbatasan bibit, dan rendahnya harga hasil pertanian. 

"Kita akan siapkan bibit jagung gratis, bibit padi gratis, dan juga kita akan bangun gudang pupuk agar petani tidak lagi mengeluh karena pupuk yang terbatas."

"Kita juga akan memperbesar produksi di bidang peternakan ikan, seperti ikan Lele, ikan Mas, ikan Nila dan juga udang. Jika hasilnya itu besar kita bisa jual ke luar daerah ataupun diekspor ke luar negeri," tuturnya. 

Sementara itu, salah satu ketua kelompok tani Suhartono dalam sesi dialog memberikan apresiasi atas visi misi duet AKAS. 

"Saya sangat apresiasi visi misi bapak sangat menyentuh kepada petani. Saya yakin dengan program bapak ini semua persoalan petani saat ini akan tertanggulangi."

"Saya optimis sekali memilih bapak. Saya yakini visi misi bapak ini bukan sekedar teori tapi sudah terbukti sebelum jadi bupati, bapak sudah bangun pabrik jagung dan padi. Ini tentunya menguntungkan ke petani, otomatis harga akan lebih naik. Kalau petani berhasil tentu kami akan mampu menyekolahkan anak-anak sampai ke jenjang lebih tinggi," ujar Suhartono. 

Sementara itu, di bidang pendidikan, Arsyad menjanjikan kesejahteraan bagi para guru baik honorer maupun ASN. 

"Untuk guru honorer kita akan tambah upah honornya, paling rendah Rp 1,5 juta perbulan," tutur Arsyad. 

Ia juga menegaskan akan membagikan laptop gratis untuk para guru. 

"Laptop gratis buat para guru untuk dipergunakan dalam proses belajar mengajar. Mulai dari guru TK, SD sampai SMP. Kita tidak masukkan SMA karena itu di bawah kewenangan pemerintah provinsi."

"Guru harus mendapat perhatian serius dari pemerintah, karena profesi mereka adalah profesi yang sangat mulia, turut membantu mencerdaskan generasi bangsa," tegas Arsyad.

Di sela cara kampanye Arsyad mengimbau kepada para pendukungnya agar tidak melakukan black campaign dan menjelekkan calon lain. 

"Jangan jelekkan calon lain, mau apapun yang dia katakan biarkan saja, kita fokus saja memaparkan dan menyebarluaskan visi misi serta program kandidat kita. Kalau ada yang fitnah kita, cukup disenyumi saja tidak usah dibalas," pesan Arsyad.

(Awhy)
Komentar

Tampilkan

Wargata.com

+