-->

Banner Panglima TNI dan Kapolri

Ucapan Kabid Humas

Ads Google Searc

Sat Lantas

Hukrim

Perselisihan Antara Orang Tua dan Anak Kandung di Sembalun Sudah Berakhir

Syukron redaksi wargata.com
17/08/21, 20:49 WIB Last Updated 2021-08-18T16:12:13Z
Wargata.com NTB – Perselisihan antara anak dan orang tua kandung  sudah Berakhir Dengan Ditandatangani nya Surat pernyataan hari ini, Selasa, 17 Agustus 2021, yang  terjadi di Dusun lauk rurung, Desa Sembalun bumbung kecamatan sembalun, Dari informasi yang di himpun media, inaq suhelin selaku anak, menggugat orang tua kandungnya yang bernama Amaq Yoni. 

Menurut keterangan Amaq yoni sang anak (inaq suhelin) menggugat orang tuanya ke Pengadilan Negeri (PN) Selong terkait tanah. Dimana dijelaskannya, sebelumnya orang tuanya menghibahkan tanah tersebut dengan harapan agar dirinya dijaga dan dirawat. Namun ditengah perjalanan dirinya tidak pernah dirawat dan dibiarkan untuk ditelantarkan, Sementara tanah yang di gugat tersebut sudah ia jual ke H. Mahrup dan H. Kenil.

“Perbuatan anak saya sudah termasuk perbuatan yang seharusnya tidak dilakukan seorang anak, dari dulu dia tidak pernah merawat saya. Itu sudah termasuk namanya anak durhaka,”Paparnya dalam bahasa sasak.

Sebelumnya tidak pernah ada panggilan untuk permintaan mediasi dari pihak pemerintah desa, “Tiba-tiba saya langsung dihantarkan surat panggilan gugatan dari Pengadilan Negeri (PN)”, tambahnya.

Sementara itu, maq Musnalim adik kandungnya saat ditanya oleh Jurnalis membenarkan apa yang di ceritakan oleh amaq Yoni bahwa, "semuanya benar, saya menyaksikan sendiri bagaimana perlakuan (inaq suhailin) terhadap ayahnya (amaq Yoni) yang sengaja menelantarkan orang tuanya, beruntung saya sebagai saudara perduli dengan keadaan orang tuanya, yang kadang kadang makan, kadang kadang tidak,”. Ucapnya.

Selanjutnya, Kepala Desa Sembalun Bumbung yang di hubungi lewat sambungan telpon singkat membenarkan adanya surat panggilan yang di layangkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Selong kepada Amaq Yoni, ditanya terkait upaya dari pemerintah Desa meredam permasalahan tersebut ia menjelaskan

“hal ini baru saya ketahui setelah adanya surat panggilan oleh Pengadilan Negeri (PN) Selong kepada amaq Yoni, jadi setelah saya tau baru langsung bergerak dan berupaya mendatangi Pemda agar bisa membantu untuk mediasi agar masalah cepat selesai dan jangan ada lagi masalah seperti ini dan pemdes akan tetap membantu masyarakat karna memang itu sudah bagian dari tugas kami sebagai pemdes ” jelasnya.

Selain itu, Santi Mandasari, S.H., sebagai Kuasa Hukum juga mengatakan akan terus memberikan bantuan Hukum kepada amaq Yoni atas tuduhan dan Loporan anak kandungnya (inaq Suhailin) di pengadilan Negeri (PN) Selong Kabupaten Lombok Timur, bantuan hukum yang kami berikan  di lakukan secara sukarela atas dasar kemanusiaan. Kata Santi. 

Tak hanya itu, ia menilai bahwa apa yang dilakukan oleh inaq suhailin terhadap orang tuanya tidak pantas dilakukan oleh seorang anak, dan selain itu, juga menjelaskan bahwa sesuai dengan pernyataan yang di lontarkan oleh orang tuanya tersebut (amaq Yoni) yang sudah mengecap anaknya sebagai anak Durhaka. Terangnya.

"Ia menyesalkan tidak adanya upaya mediasi yang dilakukan, Karna ini masalah keluarga yaitu hubungan ayah dan anak maka selayaknya di selesaikan secara keluarga tanpa melalui jalur hukum,”. Ujarnya.

(TW/SHD)
Komentar

Tampilkan

Timwar

+