-->
  • Jelajahi

    Copyright © Wargata.com
    Info Berada di Sekitar Warga

    Ads Google Searc

    Hukrim

    Banner IDwebhost

    Jelang Pemilu 2024, Polda Sulteng Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata

    Alam - Admin 2
    17/10/23, 10:20 WIB Last Updated 2023-10-17T03:22:29Z
    Wargata.com, Sulteng - Menjelang Pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu), sabanyak 5.225 personel Polda Sulteng beserta jajaran menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata dalam rangka Pengamanan Pemilu Tahun 2023-2024.

    Apel gelar pasukan dipimpin langsung Kapolda Sulteng Irjen Pol Dr. Agus Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., turut dihadiri oleh Forkopimda Sulawesi Tengah, Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Soeseno Noerhandoko, para Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng serta para peserta apel gabungan berlangsung di lapangan apel Mapolda Sulteng, Selasa,(17/10/2023).

    Kapolda Sulteng Irjen Pol Dr. Agus Nugroho membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarpras  Operasi Mantap Brata 2023-2024, ujarnya.

    Sehingga Pemilu 2024 diharapkan dapat terselenggara dengan aman, damai, sejuk, jujur, adil dan berintegritas, tambahnya.

    Kapolda menyebut, pemilu 2024 merupakan pesta demokrasi terbesar yang  akan menjadi bukti kematangan demokrasi Indonesia, sekaligus menjadi titik penentuan masa depan bangsa, sebutnya.

    Hal ini sebagaimana penyampaian Presiden Joko Widodo bahwa, ”Tahun 2024 adalah momen politik yang sangat penting, karena kita menyelenggarakan pesta demokrasi terbesar dan secara serentak dalam tahun yang sama. Ini pekerjaan besar yang sangat menentukan masa depan bangsa kita, masa depan negara kita”, ungkapnya.

    Agus Nugroho menuturkan, pentingya cooling system untuk mengantisipasi polarisasi akibat berita hoaks, isu SARA, propaganda firehose of falsehood dan black campaign yang dilengkapi dengan Satgas Anti Money Politics serta Satgas Pemilu Damai, tuturnya.

    Agus mengingatkan, terorisme harus menjadi perhatian serius. Mengingat pada penyelenggaraan Pemilu 2019 terdapat 6 aksi serangan teror dan ini tidak boleh terjadi di Pemilu 2024, jelasnya.

    Terlebih saat ini perang antara Hamas dengan Militer Israel sedang bereskalasi, dimana hal ini dapat berdampak terhadap situasi di Indonesia, sambungnya.

    Diakhir amanat, Kapolda menekankan kepada jajarannya untuk meningkatkan sinergisitas dan soliditas antar seluruh personel pengamanan maupun stakeholder terkait, karena hal tersebut adalah kunci utama keberhasilan operasi, tegasnya.

    “Mari bersama-sama kita amankan Pemilu 2024, demi mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 yang kita cita-citakan bersama”, pungkasnya.

    (MW/RL/SG)
    Komentar

    Tampilkan

    Timwar

    +