Wargata.com, Sulsel – Pastikan aksi unjuk rasa dari Aliansi Pemekaran Provinsi Luwu Raya berjalan aman, tertib, dan kondusif, Polres Palopo melakukan pengawalan dan pengamanan ketat di Jalan Poros Trans Sulawesi, Kelurahan Sampoddo, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Sekira pukul 16.00 WITA, Kamis, (8/1/2026).
Adapun yang bertindak sebagai penanggung jawab dalam aksi tersebut yaitu masing-masing ketua lembaga dari Gerakan Mahasiswa, HMI Cabang Palopo, GMNI, PC PMII, LMND, PC IMM Palopo, PC KMDHI, PMKRI, serta PP HAM Lutim Batara Guru.
Aksi unjuk rasa tersebut mendapat pengawalan dan pengamanan ketat dari personel Polres Palopo sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan damai.
Meski sempat terjadi kemacetan cukup panjang akibat massa aksi melakukan pemblokiran jalan, namun berkat kerja sama yang baik antara personel Polres Palopo dan para demonstran, arus lalu lintas di jalan yang merupakan jalur Trans Sulawesi tersebut dapat kembali diatasi.
Sehingga para demonstran tetap dapat menyampaikan aspirasinya, dan masyarakat yang hendak melintas juga bisa melalui jalur tersebut dengan aman dan tertib. Dalam pengamanan tersebut, Polres Palopo menurunkan sebanyak 127 personel.
Aksi ini merupakan aksi gabungan dari lembaga mahasiswa se-Kota Palopo dengan tuntutan utama meminta kepada Pemerintah Pusat agar segera melakukan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
Selama pelaksanaan aksi unjuk rasa berlangsung, personel Polres Palopo melakukan plotting pengamanan secara terbuka dan tertutup guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Kasi Humas Polres Palopo AKP Marsuki menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan terus mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat.
"Polres Palopo berkomitmen memberikan pengamanan maksimal terhadap setiap penyampaian pendapat di muka umum, selama dilakukan sesuai aturan. Kami bersyukur aksi berjalan aman dan kondusif, serta arus lalu lintas dapat kembali normal berkat kerja sama semua pihak", ujar AKP Marsuki.
Untuk diketahui, bahwa Pelaksanaan aksi unjuk rasa direncanakan akan kembali digelar pada tanggal 23 Januari 2026 yang bertepatan dengan Hari Perlawanan Rakyat Luwu, dan Polres Palopo siap melakukan pengamanan guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, Pungkasnya.
(MW/RL/HS)




