-->
  • Jelajahi

    Copyright © Wargata.com
    Info Berada di Sekitar Warga

    Banner Ucapan

    Ads Google Searc

    Hukrim

    Banner IDwebhost

    Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Bupati Andi Abdullah Rahim Orasi di Tengah Massa

    Admin 10 - Awhy
    05/01/26, 22:25 WIB Last Updated 2026-01-06T08:12:23Z
    Wargata.com, Luwu Utara -- Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim tampil langsung di garis depan aksi tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya yang digelar di Jalan Poros Sulawesi, Kecamatan Bungadidi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin, (5/1/2026) sore.

    Aksi tersebut melibatkan ratusan massa dari unsur masyarakat, pemuda, dan mahasiswa yang datang dari berbagai organisasi dan wilayah. Mengenakan seragam dinas berwarna khaki, Andi Rahim menyampaikan orasi dari atas mobil bak terbuka yang berhenti di tengah ruas jalan utama, menyatu dengan barisan demonstran.

    Aksi ini diinisiasi oleh aliansi Perlawanan Rakyat Luwu Utara dan diikuti sejumlah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, di antaranya Pemilar, Ikatan Kerukunan Mahasiswa Luwu Utara, Forum Komunikasi Pemuda Luwu Utara, Perhimpunan Mahasiswa Hukum DPC Palopo, LMND, PMII, HMI, IMM, serta GMNI.

    Dalam orasinya, Andi Rahim menyatakan dukungan terhadap tuntutan pemekaran Provinsi Luwu Raya. Ia menilai gerakan tersebut merupakan kelanjutan dari aspirasi historis masyarakat Tana Luwu yang telah bergulir sejak masa Kedatuan Luwu di bawah kepemimpinan Andi Djemma pada periode 1953–1963.

    “Keterlibatan pemuda dan mahasiswa hari ini adalah cermin kegelisahan kolektif atas masa depan daerah. Ini perjuangan nurani dengan semangat yang menyala untuk Tana Luwu,” ujar Andi Rahim di hadapan massa.

    Ia mengaku, sebagai kepala daerah sekaligus putra daerah, dirinya memahami dorongan batin masyarakat yang menginginkan terbentuknya Provinsi Luwu Raya. Alumnus Teknik Elektro Universitas Hasanuddin itu menyebut mimpi tersebut telah lama hidup di benak orang Luwu di mana pun berada.

    “Kita tahu, orang Luwu selalu memimpikan Provinsi Luwu Raya. Ini perjuangan panjang generasi sebelumnya, dan secara pribadi saya juga merasakannya,” katanya.

    Meski demikian, Andi Rahim menegaskan bahwa pembentukan daerah otonomi baru harus ditempuh melalui mekanisme hukum dan persyaratan administratif sesuai peraturan perundang-undangan. Ia mengingatkan agar perjuangan dilakukan secara konstitusional, tertib, dan beretika.

    “Sebagai bupati, saya harus menghormati aturan yang ada. Saya ingin menyampaikan semangat kepada adik-adik pemuda agar perjuangan ini tetap berada di koridor yang benar,” tegasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Andi Rahim juga menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat Tana Luwu.

    “Mudah-mudahan perjuangan ini didengar Presiden dan diberi jalan terbaik bagi lahirnya Provinsi Luwu Raya,” ujarnya.

    Ia menekankan bahwa gerakan pemekaran harus dilandasi niat tulus dan bebas dari kepentingan politik praktis. Andi Rahim mengaku yakin mahasiswa dan pemuda bergerak murni demi kepentingan daerah.

    “Doa, semangat, bahkan sumber daya kami siap mendukung perjuangan ini,” ucapnya.

    Dukungan terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya juga datang dari Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Sulawesi Selatan. 

    Dalam pertemuan silaturahmi dan rapat pengurus di Sekretariat KKLR Sulsel, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Sabtu (3/1/2026), organisasi ini menyatakan komitmen memperkuat konsolidasi perjuangan pemekaran wilayah.

    Rapat yang dipimpin Ketua BPW KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali itu dihadiri jajaran pengurus wilayah dan perwakilan BPP KKLR, sekaligus menandai penggunaan sekretariat baru KKLR Sulsel yang telah rampung direnovasi, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu 2026.(@wi)
    Komentar

    Tampilkan

    Daerah

    +