-->
  • Jelajahi

    Copyright © Wargata.com
    Info Berada di Sekitar Warga

    Banner Ucapan

    Ads Google Searc

    Hukrim

    Banner IDwebhost

    Ny Heny Agus Purwanta Tekankan Realisasi Kolaborasi Nyata pada Diplomasi Akademik Indonesia–Malaysia

    Admin 2 - Alam
    19/02/26, 22:45 WIB Last Updated 2026-02-20T16:22:02Z
    Wargata.com, Sulsel – Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta menegaskan bahwa diplomasi akademik Indonesia di kawasan ASEAN tidak boleh berhenti pada seremoni serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU), tetapi harus berujung pada implementasi konkret yang terukur dan berdampak langsung bagi perguruan tinggi serta mahasiswa.

    Penegasan itu disampaikan usai menghadiri kegiatan International Community Service atau Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang digelar Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) Banten dalam rangkaian kunjungan kerja sama strategis ke Malaysia dan Singapura pada 9–12 Februari 2026.

    "Dengan kunjungan ini saya berharap kolaborasi benar-benar direalisasikan melalui karya nyata, di antaranya penelitian bersama baik di Indonesia maupun di Malaysia, kerja sama dalam pemasaran produk, perluasan pasar bagi mahasiswa yang tengah menempuh studi bisnis, serta program joint study bagi mahasiswa Indonesia dan Malaysia," Ucapnya, Kamis, (19/2/2026).

    Istri Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta menyebut internasionalisasi tridarma perguruan tinggi harus menyentuh tiga aspek strategis sekaligus, penguatan riset, pengembangan kewirausahaan mahasiswa, dan akses pasar regional.

    Dalam agenda utama di Malaysia, rombongan menandatangani nota kesepahaman dengan Management dan Science University (MSU). Kerja sama tersebut mencakup peluang penyelenggaraan program double degree, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga penguatan mobilitas akademik lintas negara sebagai bagian dari internasionalisasi tridarma perguruan tinggi.

    Selain itu, konferensi internasional turut digelar di SEGi University dengan menghadirkan akademisi dari Malaysia, Indonesia, dan Nigeria. Dalam forum tersebut, Associate Professor Dr. Irene Tan menyatakan kesiapan pihaknya untuk memperluas kolaborasi riset serta publikasi internasional bersama perguruan tinggi Indonesia.

    Heny menilai, kerja sama yang terbangun harus diarahkan pada penguatan daya saing riil perguruan tinggi Nasional, bukan sekadar memperluas jaringan administratif.

    Menurut dia, mahasiswa Indonesia harus diposisikan sebagai pelaku utama dalam arus globalisasi pendidikan dan industri, bukan sekadar menjadi konsumen. 

    "Kita harus mendorong kampus agar mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan pasar ASEAN," Imbuhnya.

    Lebih lanjut, bahwa langkah tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan peningkatan kualitas publikasi ilmiah dan reputasi akademik Indonesia di tingkat internasional, yang selama ini masih menjadi tantangan dalam berbagai indikator pemeringkatan global.

    Rangkaian kegiatan juga diisi dengan kunjungan industri ke Karangkraf di Malaysia guna memperdalam pemahaman tentang manajemen publikasi, ekosistem media, serta strategi diseminasi hasil riset secara regional.

    Kegiatan PKM Internasional itu diikuti 14 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari penguatan diplomasi akademik dan perluasan jejaring kolaborasi ASEAN.

    Melalui kerja sama lintas negara tersebut, Heny berharap perguruan tinggi Indonesia mampu mempercepat transformasi menuju kampus berdaya saing global, adaptif terhadap perkembangan industri, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. 

    (MW/HT/WIS)
    Komentar

    Tampilkan

    Daerah

    +