-->
  • Jelajahi

    Copyright © Wargata.com
    Info Berada di Sekitar Warga

    Banner Ucapan

    Ads Google Searc

    Hukrim

    Banner IDwebhost

    REKAYASA LALU LINTAS Tak Mampu Urai Kemacetan! Pembukaan Porprov XVIII Sulsel di Bone Disorot

    Admin 10 - Awhy
    07/11/26, 14:51 WIB Last Updated 2026-11-07T07:51:06Z
    Wargata.com, BONE -- Pelaksanaan pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII Tahun 2026 di Kabupaten Bone menuai sorotan. Kemacetan parah yang terjadi di sekitar Stadion La Patau, Watampone, Sabtu (7/11/2026), memperlihatkan betapa besarnya persoalan mobilitas kendaraan saat momentum pembukaan berlangsung.

    Padahal, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) telah menyiapkan rekayasa lalu lintas, termasuk jalur alternatif dan skema pengaturan arus kendaraan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung. Namun, upaya tersebut belum mampu mengurai kepadatan secara maksimal. Arus kendaraan tetap mengalami kemacetan parah.

    Persoalan semakin diperparah dengan sulitnya tamu undangan dan peserta kontingen dari berbagai kabupaten/kota mendapatkan lokasi parkir. 


    Minimnya kantong parkir serta petunjuk arah yang dinilai belum memadai membuat sejumlah pengendara harus mencari sendiri tempat untuk memarkirkan kendaraannya.


    Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan penyelenggara dalam mengantisipasi mobilitas kendaraan yang meningkat tajam pada pembukaan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.


    Sebagai tuan rumah, Kabupaten Bone tentu tidak hanya dituntut menyelenggarakan seremoni pembukaan yang meriah, tetapi juga memastikan kenyamanan dan kelancaran akses bagi seluruh kontingen maupun tamu yang datang.


    Sejumlah keluhan pun muncul dari tamu dan anggota kontingen yang merasakan langsung kondisi di lapangan. Mereka menilai pengelolaan parkir dan koordinasi antarpihak perlu mendapat perhatian serius agar persoalan serupa tidak terus berulang selama Porprov berlangsung.


    "Sebagai tuan rumah, seharusnya penyambutan kontingen dari berbagai kabupaten dan kota didukung pengaturan parkir serta rekayasa lalu lintas yang benar-benar efektif. Jangan sampai tamu yang datang justru kesulitan mendapatkan pelayanan," ungkap salah seorang tamu/anggota kontingen yang enggan disebutkan identitasnya.


    Evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan lalu lintas, penyediaan kantong parkir, serta koordinasi panitia dengan instansi terkait dinilai perlu segera dilakukan.


    Sebab, Porprov bukan hanya tentang pertandingan dan perebutan medali. Kesuksesan tuan rumah juga diukur dari kemampuan memberikan pelayanan, kenyamanan, dan kesan positif kepada seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir.


    Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia pelaksana belum memberikan tanggapan terkait keluhan kemacetan dan persoalan parkir tersebut.(@wi)


    Komentar

    Tampilkan

    Daerah

    +