Iklan InFeed

Warga Search

Hukrim

Sebagai Bentuk Kritikan Terhadap Pemerintah, LIMPAKO Unand Gelar Upacara Tujuh Belasan Disawah

Cyber Media
18/08/19, 20:02 WIB Last Updated 2020-02-28T16:48:21Z
Wargata.com, Padang - Cara  memperingati hari ulang tahun ke 74 Republik Indonesia, ini terbilang cukup unik. Dikala para pengurua organisasi sibuk menghadiri undangan dari Pemko/Pemkab atau undangan kampus sebagai peserta upacara, Ratusan anggota organisasi mahasiswa daerah LIMPAKO UNAND memilih menggelar upacara bendera dengan cara dan konsep yang berbeda  Sebagai bentuk mengenang perjuangan petani tua yang harus merintih sampai hari ini. Upacara tersebut digelar di area persawahan di kecamatan Pauh Kota Padang, Sabtu (17/08/19).

Pesertanya, bukan hanya anggota LIMPAKO UNAND saja. Namun para Bapak-bapak dan Ibu-ibu serta pemuda pemuda didekat areal persawahan juga ikut ambil bagian menjadi peserta upacara.

Busana Busana yang mereka gunakan, juga selayaknya rakyat biasa. Ada yang mengenakan kaos biasa saja, dengan kain batik serta kameja, bahkan salah seorang warga ada yang memakai baju pejuang .

Penggagas kegiatan sekaligus ketua LIMPAKO UNAND Akmal Arianto S.IP menjelaskan, kegiatan upacara memang sengaja digelar di sawah. Juga melibatkan para masyarakat dan petani setempat, serta pemuda pemuda yang ada disana.

“Semua warga negara di Indonesia harus punya rasa memiliki Indonesia. Nasionalisme. Sekaligus menghormati jasa-jasa para pahlawan yang gugur membela negara Republik Indonesia,” jelasnya.

Akmal juga mengungkapkan melaksanakan upacara di area persawahan, karena sebagian warga sekitar tidak bisa mengikuti upacara yang dilaksanakan oleh Pemerintah bagi di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

“Sebagian warga ingin sekali melaksanakan upacara, walaupun itu dilaksanakan secara sederhana tapi tidak mengurangi dari pada khidmat dari pada nilai-nilai upacara tersebu,” tandas Akmal Arianto.

Negara agraris dengan puluhan juta petani yang menggantungkan hidup lewat sawah dan ladang patut menjadi perhatian khusus rezim penguasa. Sebagai organisasi kedaerahan yang berasal dari Payakumbuh dan Limapuluh kota yang notabene nya masyarakatnta banyak menggantungkan hidup dari bertani, kami memilih untuk melaksanakan Upacara bersama di tengah sawah sebagai bentuk kritik agar pemerintah lebih memperhatikan lagi Nasib Petani Indonesia, Ungkap Akmal.

Selain itu LIMPAKO UNAND juga aktif bekerja sama dengan Masyarakat Pauh untuk menebar senyuman pada para penerus bangsa. Agar kelak mereka ingat Aku Bahagia ketika tanggal 17 mulai datang karna saat itu orang mengadakan lomba.

(Fauzaki/Red)
Komentar

Tampilkan

Warga Terkini

Law and order

+