-->

Hukrim

Iklan InFeed

Warga Search

Jajanan Lezat Tanpa Bahan Kimia, Salah Satunya Kerupuk Kepiting yang ada di Dusun Puyahan Desa Lembar Selatan

Cyber Media
08/08/20, 11:19 WIB Last Updated 2020-08-08T04:20:52Z
Wargata.com, Sulsel,- Dusun Puyahan Desa Lembar selatan menyimpan Potensi menjanjikan dalam mengolah Rajungan atau kepiting menjadi penganan yang lezat dinikmati, Jumat (7/8).

Kapolsek Lembar Ipda Boy Ari Purnomo selaku Team pelaksana Kampung Sehat Polsek Lembar mengatakan usaha rumahan kerupuk kepiting ini bagian dari produk kreatif Warga Desa Lembar selatan dalam bidang Ekonomi.

“Dalam produksi ditempat ini sudah bagus, sudah menerapkan protocol kesehatan covid-19,” ungkapnya.

Bersama Team Kampung sehat Desa Lembar selatan Polsek Lembar meninjau langsung Kegiataan  Masyarakat dalam Pembuatan Kerupuk dari bahan Cankang Keranjungan atau Kepiting ini.

“Ternyata semua dilakukan masih secara Manual, dan dari penjelasan pemilik usaha ini, dijamin bebas dari bahan kimia dan bahan pengawet,” jelasnya.

Usaha kerupuk kepiting ini tergolong masih belum dikenal secara luas oleh masyarakat, sehingga menurutnya Dusun Puyahan memiliki potensi menjanjikan dimana termasuk penghasil kepiting di Desa Lembar Selatan.

Sementara itu pemilik usaha kerupuk kepiting dusun Puyahan, Hasanudin menjelaskan bahwa usaha yang digelutinya ini masih terbatas industry rumahan.

“Semua masih dikelola sendiri, kapasitas produksi tergantung dengan ketersediaan bahan baku,” jelasnya.

Lanjut dijelaskan, dari penyediaan bahan baku, berupa kepiting hingga penmgolahan hanya sebatas melibatkan keluarga saja

“untuk peminat sih lumayan, tapi kami terkendala ketersediaan bahan baku, karena untuk mendapatkannya tergantung cuaca” Ucap Hasanudin

Lebih lanjut, ia mengatakan, Keterbatasan bahan baku ini bukan tanpa alasan cuaca sangat mempengaruhi usaha kerupuk kepiting yang digelutinya

“Industri rumahan tersebut dikelola keluarga, jadi kalau dapat bahan, ya produksi, kalau tidak menunggu hingga mendapatkan bahan baku,” katanya.

Sementara itu, mengenai harga yang dipatoknya untuk produk kerupuk kepiting yang diolahnya ini tidak terlampau mahal. “Perbungkus kami hanya mematok harga Rp 5.000, saat ini hanya mampu memenuhi permintaan masyarakat sekitar, ya itu tadi masih terbentur cuaca dan bahan baku,” bebernya.

Namun demikian, Hasanudin merasa sangat bersyukur, dimana ditengah pandemic Covid-19 ini, usaha kerupuk kepiting yang digelutinya ini bisa menopang kebutuhan keluarga.

“Alhamdulliah, walaupun hanya usaha kecil-kecilan mampu menghidupi keluarga, dan memberi penghasilan tambahan untuk warga lainnya,” tandasnya.

Untuk itu, Hasanudin berharap dapat mengembangkan usahanya, mengingat saat ini kerupuk keriting yang diproduksinya ini masih belum bisa memenuhi permintaan pasar.

(TimWar / HS)
Komentar

Tampilkan

Warga Terkini

Iklan

Law and order

+