Wargata.com, Luwu Utara -- seorang pemuda inisial FH (18) di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan menjadi korban penikaman oleh sekelompok pemuda yang datang menyerang menggunakan sepeda motor, Selasa malam, 10 Maret 2026.
Peristiwa tersebut terjadi Sekira pukul 22.30 Wita di Jalan Poros Dusun Tulungrejo, Desa Patila, Kecamatan Tanalili. Korban diketahui berinisial Fh (18), warga Dusun Tulungrejo, Desa Patila.
Ia mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kiri. Korban sempat mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Bone-Bone sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Andi Djemma Masamba untuk penanganan medis lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian sejumlah pemuda sedang berkumpul di pinggir jalan poros Dusun Tulungrejo.
Tak lama kemudian datang sekelompok pemuda yang diduga berasal dari Desa Bungadidi menggunakan sekitar enam unit sepeda motor dengan jumlah sekitar 12 orang.
Setibanya di lokasi, kelompok tersebut langsung melempari para pemuda yang sedang berkumpul menggunakan batu.
Para saksi kemudian berusaha menyelamatkan diri dari serangan tersebut. Di tengah situasi itu, korban Farhan sempat mendekati arah para pelaku.
Namun tidak lama kemudian ia berlari kembali ke arah teman-temannya sambil memegang perutnya dan mengatakan bahwa dirinya telah ditikam.
Warga yang mendengar teriakan para saksi kemudian berdatangan ke lokasi kejadian dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
Dalam pengejaran tersebut, warga berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku beserta satu unit sepeda motor yang diduga miliknya.
Namun saat diamankan, warga sempat melakukan penganiayaan terhadap terduga pelaku serta merusak sepeda motor jenis Honda Revo Fit warna hijau hitam yang diduga digunakan saat kejadian.
Sekitar pukul 22.40 Wita, personel Polsek Bone-Bone yang dipimpin Kapolsek AKP Muhajir langsung menuju lokasi setelah menerima laporan kejadian tersebut.
Polisi kemudian mengamankan satu orang terduga pelaku beserta sepeda motor ke Polsek Bone-Bone untuk proses lebih lanjut.
Sementara itu, satu orang lainnya yang ikut bersama rombongan penyerang juga telah diamankan.
Meski demikian, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan siapa pelaku utama penikaman.
Kapolsek Bone-Bone mengatakan, menurut keterangan saksi, insiden ini diduga dipicu kesalahpahaman yang terjadi sehari sebelumnya, Senin (9/3/2026) malam.
"Saat itu sempat terjadi keributan antara pemuda Desa Bungadidi dengan pemuda dari Dusun Kanjiro, Desa Patoloan di wilayah Dusun Tulungrejo," ucapnya.
Polisi masih melakukan pengembangan dan penyelidikan untuk mengungkap pelaku lainnya yang terlibat dalam penyerangan tersebut.
"Kami masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku lainnya," tutupnya.(@wi)





