-->

Hukrim

Iklan InFeed

682 Personel Gabungan Kawal Sidang Ajudikasi Gugatan Sengketa Pilkada Dompu

Riska Hidayanti
10/10/20, 19:15 WIB Last Updated 2020-10-11T02:46:51Z
Wargata.com, NTB – “Panas”nya Bumi Nggahi Rawi Pahu yang suhu politiknya sedikit memanas, oleh tidak lolosnya salah satu Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati menjadi atensi TNI-Polri. Sebanyak 682 personel gabungan TNI-POLRI, Sabtu (10/10), diterjunkan untuk mengamankan jalannya sidang ajudikasi gugatan sengketa pilkada, di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Dompu Jalan Lingkar Utara (Lintas Sumbawa – Bima).

Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, S.H., S.I.K. mengatakan, dalam sidang ajudikasi sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Dompu, dengan pemohon Bapaslon Syaifurrahman Salman, S.E., dan Ika Rizky Veryani yang mengusung jargon SUKA, personel gabungan TNI-Polri yang diterjunkan yakni personel dari Polres Dompu, personel Brigade Mobil (Brimob), Dalmas Polda NTB, dan anggota TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1614/Dompu.

“Para personel ini terdiri dari personel Polres Dompu, Brimob Kompi C Dompu, Brimob Kompi 1 Yon B Sumbawa Besar, Brimob Kompi 2 Yon B Lombok Timur, Kompi Yon C Bima, Dalmas Polda NTB, dan anggota atau personel TNI Kodim 1614/Dompu. Jadi, totalnya berjumlah 682 personel,” sebutnya.

Didampingi Dandim 1614/Dompu Letkol Inf. Ali Cahyono, S.Kom., Kapolres Dompu menegaskan, bahwa personel gabungan dengan jumlah cukup banyak yang dikerahkan tersebut, dimaksudkan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, yang dimungkinkan dapat berdampak terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Ini adalah langkah nyata bahwa kami tidak under estimate (menyepelekan/bentuk antisipasi, red), terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi, dalam menjaga kondusifitas wilayah Kabupaten Dompu,” ujarnya.

“Alhamdulillah, sejak pagi tadi kondisi dan situasi berjalan aman dan kondusif. Tadi para pendukung dan simpatisan SUKA, menyambut putusan dengan baik yakni melakukan sujud syukur dan tidak ada yang anarkis,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, setiap tahapan Pilkada Serentak 2020 khususnya di Kabupaten Dompu tetap aman dan kondusif. Pun dalam setiap tahapan itu senantiasa mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19.

“Mari kita tetap jaga dan mempertahankan kondisi kamtibmas di Dompu ini, terutama dalam menjelang Pilkada Dompu,” ucapnya.

Sementara Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.Si., yang memantau langsung ke Bumi Nggawi Rawi Pahu mengungkapkan, tingkat kerawanan dalam Pilkada cukup tinggi jika dibandingkan Pemilu Legislatif (Pileg), terutama di tataran wilayah karena rentan dengan gesekan antar pendukung.

“Itulah alasannya, kenapa kami juga memprioritaskan pengamanan pilkada di Dompu ini, termasuk penambahan personel pengamanan. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, saat berjalannya sidang ajudikasi sengketa pilkada dengan agenda pembacaan putusan, sidang berjalan dengan aman, teratur, dan lancar. Mari kita sama-sama menjaga situasi daerah ini agar tetap aman dan kondusif,” tandas Artanto.

(TW/HS)
Komentar

Tampilkan

Wargata.com

+