-->

Banners Kapolri

Banners Ucapan Gubernur

Hukrim

Ads Google Searc

Kapolres Lombok Utara Tekankan Penerapan Covid-19 Pada Pilkada Serentak di KLU

Cyber Media
24/11/20, 09:04 WIB Last Updated 2020-11-28T15:24:02Z
Wargata.com, NTB - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kapupaten Lombok Utara (KLU) provonsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar acara simulasi pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS serta sistem informasi rekapitulasi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada pilkada serentak tahun 2020.

KPU menggelar acara tersebut di Lapangan Umum Papak Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, NTB Senin (23/11) Pukul 14.00 wita.

Kepolisin Resor (Polres) Lombok Utara (Lotra) provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hadir memberikan simulasi pengamanan dalam acara tersebut, Kepala Kepolisain Resor (Polres) Lombok Utara (Lotra) AKBP Feri Jaya satriansyah, S.H., menilai simulasi itu penting dilkuan, sebab pemilihan kepala daerah (Pilkada) kali ini berbeda dengan pilkada sebelumnya.

”Pilkada kali ini di gelar ditengah vandemi Covid-19 yang mengharuskan semua kegiatan menerapkan standar protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, untuk itu kita harus melakukan simulasi agar semua berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku saat ini,” jelasnya.

Dalam simulasi itu digambarkan bahwa semua TPS wajib menyeiapkan alat semprot disimfektan, Tempat cuci tangan, Hand sanitizer, Tisu, Thermo Gun, sarung tangan, Alat pelindung diri dan masker, Baju Hazmat, logistik dengan perlengkapan lainnya.

Selain itu secara umum pelakasaan pemungutan Suara berbeda dengan yang pernah dilakukan pada periode sebelumnya dimana pada tahapan PiIkada serentak kali ini diketatkan dengan Prokes disetiap TPS, Petugas KPPS beserta perangkat lainnya diharuskan melakukan persiapan segala sesuatunya hingga proses pemungutan suara berjalan lancer.

Berikutnya apabila ada pemilih yang terpapar Covid 19, mereka tetap akan di perbolehkan melakukan pencoblosan di bilik suara dengan ketentuan, mereka akan didampingi Petugas KPPS dan Linmas yang telah dilengkapi dengan APD, setelah orang tersebut melakukan pencoblosan, petugas akan melakukan sterilisasi terhadap bilik suara yang telah di pakai oleh pemilih yang terpapar tadi.

Kemudian simulasi yang dilakuan terkait pemilih yang tidak bisa menunjukkan bukti identitas atau surat undangan dari KPU, dalam acara itu disimulasi bahwa jika ada masyarakat yang datang ke TPS dan hendak memberikan hak pilihnya namun tidak bisa menunjukkan bukti dirinya sebagai warga yang mempunyai hak pilih di KLU seperti surat undangan,KTP dan identitas sejenis lainnya maka orang tersebut tidak akan di izinkan masuk kearena pemilihan apalagi memasuki bilik suara.

Kegaduhan yang terjadi di Lokasi TPS petugas KPPS akan meminta bantuan kepada personil Pam TPS dan langsung menghubungi pihak kepolisian setempat untuk melakukan tindakan pengamanan, Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya satriansyah SH kembali menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengamanan ekstra pada Pilkada kali ini, jika memungkinkan dia akan menyiagaka satu orang personil atu lebih dari kepolisian yang akan standbay di setiap TPS,”mengenai jumalah personil kepolisian yang akan disiagakan di setiapTP, kami akan sesuakin dengan kebutuhan untuk masing TPS nantinya,” pungkasnya.

(TW/HS)
Komentar

Tampilkan

Timwar

+