-->

Banner Panglima TNI dan Kapolri

Ucapan Kabid Humas

Ads Google Searc

Sat Lantas

Hukrim

Gelar Focus Group Discussion, Polres Enrekang Sosialisasikan Apliaksi SILACAK dan 3T

Riska
24/08/21, 15:03 WIB Last Updated 2021-08-27T12:19:27Z
Wargata.com, Sulsel - TNI Polri bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang, menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang sinkronisasi implementasi aplikasi SILACAK dalam rangka upaya penanganan penyebaran Covid-19, Selasa (24/08/21).

Rapat koordinasi (FGD) tersebut, dipimpin Kapolres Enrekang AKBP Dr. Andi Sinjaya, S.H., S.IK., M.H., yang di wakili Wakapolres Enrekang Kompol Drs. Ismail H Purwanto di dampingi Kadis Kesehatan Kabupaten Enrekang Sutrisno, S.E., SKM, M.M., dan Pejabat Harian Kasat Binmas AKP Sudarman, S.E., serta di hadiri oleh para Bhabinkamtibmas, Babinsa serta tenaga kesehatan yang dilaksanakan di Aula Wirapratama Polres Enrekang.

Kegiatan ini menyusun tema "Sinergitas Pemerintah Dan Masyarakat Dalam Penanggulngan Covid-19 Dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN)".

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Enrekang Kompol Drs. Ismail H Purwanto mengatakan terimakasih kepada seluruh anggota TNI Polri dan Nakes khususnya yang ada dilapangan seperti Bhabinkamtibmas dan babinsa serta tenaga kesehatan telah melaksanakan 3T (testing, tracking, treatment) selama ini.

Sosialisasi apliaksi SILACAK dan 3T dilaksanakan guna mendukung tugas dalam melakukan testing, tracking, treatment pasien terkonfirmasi Covid-19. Kata Kompol Ismail H Purwanto, aplikasi SILACAK bertujuan untuk mencari dan memantau kontak erat dari kasus yang konfirmasi Covid-19 pada wilayah binaan para Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Sehingga, memudahkan untuk menemukan data terkonfirmasi dengan cepat, akurat, dan cepat sehingga dapat segera melakukan tindakan penanganan,” terangnya.

Selain itu, Kadis Kesehatan Sutrisno, S.E., SKM, M.M., mengatakan adanya perangkat pendukung untuk pelacakan menggunakan aplikasi SILACAK dapat membantu memudahkan petugas dalam memantau orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi Covid-19.

Meski demikian, Sutrisno menegaskan, membangun kerjasama dan koordinasi juga merupakan hal yang penting. Agar upaya 3T dapat berjalan dengan optimal.

“Sehingga kasus konfirmasi secepat mungkin dapat ditindaklanjuti untuk mencegah penyebaran kasus Covid-19,” tukasnya.

(TW/HS)
Komentar

Tampilkan

Timwar

+