-->
  • Jelajahi

    Copyright © Wargata.com
    Info Berada di Sekitar Warga

    Hukrim

    Ucapan Mabes Polri

    Ucapan Polda

    Ads Google Searc

    Ucapan Polres

    Banner IDwebhost

    Menparekraf Dapat Laporan Dugaan Permainan Karantina Dialami Warga Negara Ukraina

    Admin 3
    03/02/22, 18:46 WIB Last Updated 2022-03-19T14:27:50Z
    Wargata.com, - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mendapatkan laporan atas dugaan permainan karantina yang dialami oleh Warga Negara Ukraina iryana dan putrinya beberapa Waktu lalu.

    Menanggapi laporan Warga negara Ukraina ke Menparekraf, Kabid komunikasi Publik satgas Covid-19 Hery Trianto menjelaskan Proses karantina kepada warga Ukraina sesuai dengan prosedur dan tidak ada masalah dari hasil investigasi kami" kata Heri, Rabu, 02/02/22.

    Hery Trianto juga menjelaskan pada tanggal 16 Januari 2022 Warga negara Ukraina dan Puteri nya tiba di bandara internasional Soekarno - Hatta, lalu keduanya melakukan karantina di hotel daerah harmoni setelah mendapatkan hasil entry test PCR negatif Covid-19, warga Ukraina dan putrinya langsung menjalani karantina.

    Kemudian di hari ke 6, Iryana dan anaknya kembali dites PCR (exit test) Iryana positif CT-nya 19 dan anaknya yang berumur 6 tahun itu 24.

    "Iryana di 19 masuk kategori infeksius, nakes pastinya akan merekomendasikan dia untuk isolasi,karena Iryana memang tanpa gejala", kata Herry.

    Hery juga mengatakan ada dua pilihan yang akan diberikan kepada pasien yaitu jika hasil exit test PCR menunjukkan hasil positif, harus dirawat di rumah sakit apabila bergejala dan yang kedua isolasi di hotel bila tanpa gejala.

    Lanjut Hery menyampaikan Iryana meminta diperbolehkan melakukan tes pembanding. Tenaga kesehatan di hotel karantina menyanggupi hal itu, dengan catatan biaya tes ditanggung sendiri, Iryana juga sudah diberikan dua opsi,

    Selain itu, juga dijelaskan kepada Iryana untuk melakukan Tes pembanding atas biaya sendiri, karena negara nggak mau tanggung

    Karena itu berdasarkan kemauan dia, kalau dia sudah mau menerima. Kalau dia tidak menerima, ya dia bayar sendiri.

    Kenapa biaya sendiri mahal karena dia home care, Dia mendatangkan tenaga kesehatan untuk ke hotel, memang lebih mahal, kalau dia mau tanggung, boleh,"ujar Hery

    Untuk ditanggal 22 Januari 2022 kita juga menjelaskan  bahwa Iryana dan putrinya kemudian menjalani isolasi pada keesokan harinya tanggal 22 Januari. Keduanya menjalani isolasi di hotel isolasi di Plumpang, Jakarta Utara.

    Dari sana berarti dia sudah menjalani isolasi. Memang tanpa gejala, tetapi CT value orang Ukraina ini itu adalah 19, anaknya CT value 24. Jadi pasti tenaga kesehatan tidak akan melepas dia, dia harus menjalani isolasi. Akhirnya yang bersangkutan menjalani isolasi," katanya.

    Setelah menjalani isolasi dihari ke lima tepatnya ditanggal 27 Januari 2022,Iryana dan putrinya itu menjalani tes PCR dihari itu juga (27/01)  Hasilnya menunjukkan bahwa keduanya negatif COVID-19.

    Berdasarkan SK Menteri Kesehatan yang baru, memang dimungkinkan untuk pasien yang tanpa gejala menjalani isolasi di hari ke-5 atau ke-6 itu melakukan PCR dan hasilnya negatif di hari ke-7,warga Ukraina dan putrinya diperbolehkan untuk meninggalkan hotel isolasi"ucap Hery

    Sehari setelah hasil PCR keluar, Iryani dan putrinya check out dari hotel karantina di Plumpang pada tanggal 28/01, dan Keduanya bisa melanjutkan perjalan ke Bali.

    Satgas sebut  tidak ada masalah, dan juga berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan satgas Covid-19.tidak ada masalah dengan karantina dan isolasi yang telah dijalankan Iryana dan putrinya.

    Hery juga menegaskan kalau dari penelusuran dan mengikuti prosedur memang tidak ada masalah,karena warga Ukraina dan putrinya memang sudah layak untuk melanjutkan perjalanan.

    Di jelaskan Hery dilapangan Satgas menemukan banyak kasus perbedaan hasil PCR pada saat kedatangan dan hasil tes setelah menjalani karantina

    Sebanyak 6 persen lebih,ditemukan kasus positif pelaku perjalanan itu di tes kedua. dari total yang harus exit. Jadi 1.000 yang exit misalnya 6 persennya, berarti 60 orang di antaranya, atau dari 100 yang keluar di antaranya bisa positif, exit test-nya itu sampai 6,4 persen.

    Kalau yang entry test itu positivity rate-nya 2,8 persen. Jadi memang lebih banyak,

    "Kenapa? Itu sangat mungkin terjadi, karena ketika masuk bisa jadi tertular didalam pesawat atau sebenarnya sudah ada virus ditubuh tetapi belum berkembang dan itu kenyataannya", ucapnya.

    (MW/RL/AA)
    Komentar

    Tampilkan

    Timwar

    +