-->
  • Jelajahi

    Copyright © Wargata.com
    Info Berada di Sekitar Warga

    Hukrim

    Kapolri dan Kadiv

    Ads Google Searc

    Para Kapolres Polda Sulsel

    Istri Panglima TNI Kunjungi Kota Kendari, Ini Tujuannya

    Admin 3
    17/09/22, 12:07 WIB Last Updated 2022-09-17T06:36:33Z
    Wargata.com, Kendari - Ketua Umum Dharma Pertiwi atau istri Panglima TNI Andika Perkasa berkunjung ke Kota Kendari Sulawesi Tenggara dan disambut oleh Ali Mazi Gubernur Sultra di pelataran rumah jabatan gubernur, Jum'at pagi, (16/9/2022).

    Hetty Andika Perkasa Istri  Panglima TNI ke Kota Kendari bertujuan untuk melaksanakan Road show Ketua Umum Dharma Pertiwi dalam rangka percepatan penurunan stunting untuk mewujudkan SDM unggul Indonesia yang berkolaborasi dengan TNI, BKKBN, Kementerian Pertanian serta sejumlah stakeholder terkait.

    Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali mazi menuturkan, dengan kedatangan istri Panglima TNI diharapkan menjadi penyemangat pemerintah Sulawesi Tenggara dalam mempercepat penanganan angka stunting.

    "Ibu Panglima Sudah berkunjung dan mengadakan sosialisasi bagaimana itu stunting, ini sangat luar biasa, tadi saya sudah perintahkan BKKBN Provinsi, ini segera kita tindak lanjuti", ujar Ali Mazi.

    Semantara itu, Hasto Wardoyo Kepala BKKBN mengungkapkan, bahwa Sulawesi Tenggara merupakan provinsi yang masih memiliki kasus stunting tertinggi dari 34 provinsi yang ada di tanah air.

    Olehnya BKKBN bersama unsur TNI/Polri akan terus bergerak melakukan sosialisasi ke masyarakat di berbagai daerah di Sultra untuk berupaya dalam pencegahan meningkatnya kasus stunting sehingga target angka 14 persen bisa tercapai di tahun 2024 nanti.

    "Sultra itu stuntingnya masih naik, seluruh provinsi di indonesia hanya sultra yang stuntingnya naik. Kita Bentuk tim yang kuat, kemudian konvergensi arahan presiden menuju angka 14 persen di tahun 2024", ungkap Hasto Wardoyo. 

    Diketahui, bahwa berdasarkan hasil studi status gizi indonesia (SSGI) Tahun 2021, tercatat Aangka prevalensi stunting di Sulawesi Tenggara mencapail sebesar 30,02 persen.

    (MW/RL/HS)
    Komentar

    Tampilkan

    Timwar

    +