-->
  • Jelajahi

    Copyright © Wargata.com
    Info Berada di Sekitar Warga

    Jenderal

    Ads Google Searc

    Hukrim

    Kapolres

    Banner IDwebhost

    Tim Medis Brimob Polri Beri Pelayanan Kesehatan Pengungsi Gempa di Cianjur

    Alam - Admin 2
    26/11/22, 14:31 WIB Last Updated 2022-11-26T07:40:49Z
    Wargata.com, Sulsel - Pelayanan kesehatan dari Brimob Polri dilakukan kepada korban pengungsian gempa Cianjur di tiap poskonya. Pelayanan kesehatan itu berkeliling dari posko ke posko demi memastikan bantuan medis didapatkan para pengungsi tanpa harus bepergian ke rumah sakit.

    Tim pelayanan kesehatan Brimob, kali ini menyambangi posko pengungsian korban gempa Cianjur di Kampung Panyaweuyan, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kegitan itu sudah dimulai sejak pagi hari.

    Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan, banyak pengungsi yang mengantri untuk mendapatkan pelayanan medis saat tim kesehatan Brimob datang. Di sana, obat-obatan juga diberikan secara gratis sesuai dengan keluhan para pengungsi.

    “Mereka mengantri untuk mendapatkan pelayanan medis, Ini tandanya memang kebutuhan medis mereka perlukan, tetapi untuk menjangkau sentra pelayanan medis mungkin saja kesulitan karena faktor kendaraan atau  jarak yang jauh, Oleh karenanya, upaya jemput bola dari tim medis Brimob ini seperti ditunggu-tunggu”, kata Dedi dalam keterangan resminya, Sabtu, (26/11/2022).

    Pelayanan ini, kata Dedi, dipimpin oleh Iptu Haikal selaku dokter di tim medis Brimob Polri. Setiap kunjungan, dikerahkan 10 personel untuk memberikan pelayanan medis tersebut.

    Menurut Dedi, dengan adanya upaya jemput bola ini, dapat mempermudah juga pertolongan bagi pengungsi yang memang penting dan harus dibawa ke rumah sakit. 

    “Ini pasien didominasi Lansia, Ibu, dan Anak,” tutur Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo. 

    Lebih lanjut, bahwa tim Brimob Polri akan berupaya menjangkau semua lokasi, bahkan desa terisolir, Karena tak dipungkiri, hingga kemarin, 25 November 2022, masih terdapat pengungsi yang ternyata kondisinya semakin parah dan harus dilarikan ke rumah sakit.

    Untuk diketahui, data BNPB hingga Jum'at, 25 November 2022 sore, tercatat ada 110 titik pengungsian yang tersebar di 15 Kecamatan terdampak gempa, perinciannya yakni 57 titik pengungsi terpusat dan 53 titik pengungsian mandiri. Lokasi pengungsian dibagi dalam kapasitas besar yang mencakup 200-500 orang atau kapasitas kecil dengan menampung 5-10 orang, Pungkasnya.

    (MW/RL/HS)
    Komentar

    Tampilkan

    Timwar

    +