Wargata.com, Sulsel - Komitmen Polres Enrekang untuk mendukung program ketahanan pangan terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Sebagai bagian dari agenda rutin Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri, Kapolres Enrekang, AKBP Hari Budiyanto bersama Pejabat Utama (PJU) Tinjau langsung lahan pertanaman jagung yang terletak kawasan Bumi Perkemahan Massenrempulu Kecamatan Cendana, Enrekang, Selasa, (27/01/2026), Pagi.
Kegiatan ini merupakan bentuk konsistensi Polres Enrekang untuk mendukung ketahanan pangan melalui kolaborasi strategis lintas sektoral serta kelompok tani binaan, diharapkan mampu mendorong percepatan produksi pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peninjauan lahan seluas kurang lebih 21 hektar yang terbagi beberapa petak ini menjadi langkah strategis Polres Enrekang untuk memastikan hasil nyata dari program ketahanan pangan telah berjalan.
Kapolres Enrekang secara langsung memeriksa kondisi tanaman jagung yang rata-rata telah berumur tiga bulan, serta berdialog dengan Plt. Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan kelompok tani binaan.
Dialog tersebut juga membahas progres pertumbuhan tanaman, kebutuhan sarana dan prasarana pendukung pertanian, hingga berbagai potensi hambatan yang dihadapi petani di lapangan.
Pendekatan komunikatif ini dilakukan guna memastikan setiap permasalahan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
Dalam hasil analisa dan evaluasi di lokasi, Kapolres Enrekang mencatat sejumlah poin penting, di antaranya pemantauan pertumbuhan tanaman jagung pada lahan Kedua yang telah berumur 89 hari setelah tanam (HST) dan menunjukkan perkembangan cukup baik.
Sementara itu, pada lahan pertama, masih ditemukan beberapa kendala yang memerlukan perhatian serius. Kendala itu meliputi belum terpasangnya kawat pengaman kebun berupa alat kejut listrik secara menyeluruh di seluruh areal tanam, serta masih berkeliarannya sapi dan kerbau disekitar lahan pertanaman jagung. Kondisi ini dinilai berpotensi merusak tanaman serta mengganggu proses pertumbuhan jagung apabila tidak segera ditangani.
Menanggapi hal itu, Kapolres Enrekang menekankan pentingnya percepatan penyelesaian pemasangan kawat pengaman kebun serta peningkatan koordinasi dengan pihak terkait dan masyarakat sekitar.
Langkah ini bertujuan untuk mencegah masuknya hewan ternak ke dalam areal pertanaman dan menjaga keberlangsungan program ketahanan pangan.
“Pemantauan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Enrekang untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal dan berkelanjutan. Kolaborasi dan kepedulian semua pihak sangat dibutuhkan agar hasil produksi dapat maksimal dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” Ujar Kapolres
Melalui kegiatan pemantauan rutin ini, Polres Enrekang menegaskan peran aktif Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan dan ketahanan pangan, sekaligus mitra strategis masyarakat dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis sektor pertanian.
(MW/RL/AM)




