Wargata.com, Luwu Utara -- Viral dimedsos sejumlah pegawai RSUD Andi Djemma Masamba mengeluhkan dugaan pemotongan jasa pelayanan yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Keluhan tersebut disampaikan sejumlah tenaga kesehatan yang mengaku besaran jasa pelayanan yang diterima mengalami penurunan hingga sekitar setengah dari biasanya. Kebijakan itu disebut dilakukan dengan alasan adanya pengembalian anggaran.
Bahkan Utang RSUD Andi Jemma Masamba dibebankan kepada perawat dengan memotong upah jasa.
"Seluruh pegawai terdampak, mulai ASN, PPPK, tenaga kontrak hingga sukarela," ungkap salah seorang pegawai yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Jumat, 26 Juni 2026.
Menurutnya, tenaga farmasi bahkan menolak menerima pencairan jasa pelayanan sebesar 4 persen karena dianggap tidak sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Bupati (Perbup).
"Masa hanya 4 persen, kalau dibagi rata sekitar Rp500 ribu per orang. Kami bertahan tidak mengambil karena acuan kami Perbup," ujarnya.
Ia juga mempertanyakan dasar pembagian jasa pelayanan yang disebut menggunakan Surat Keputusan (SK) Direktur RSUD.
Menurutnya, SK tersebut belum ditandatangani sejumlah pihak terkait, sehingga dinilai belum dapat dijadikan dasar penghitungan.
Pegawai tersebut mengaku pihak farmasi menginginkan pembayaran jasa pelayanan tetap mengacu pada ketentuan sebelumnya, yakni sebesar 10 hingga 12 persen sesuai yang diatur dalam Peraturan Bupati.
Selain itu, pegawai juga mengaku hingga kini belum ada pertemuan resmi antara manajemen rumah sakit dengan para pegawai untuk membahas mekanisme pembagian jasa pelayanan tersebut.
Sementara itu, Kasubag Keuangan.. saat dikonfirmasi awak media menuturkan bahwa bukan potongan tapi penendingan pembayaran.
"Bukan potongan bu tapi dipending sampai waktu yang tidak ditentukan," terangnya.
Ia juga mengatakan bahwa terkait temuan BPK yang harus dibebankan kesemua pihak karena yang menerima juga semua pihak yang ada di RSUD Andi Djemma Masamba.
"BPJS kelebihan pembayaran tahun lalu, sehingga menjadi temuan BPK dan Kita diminta pengembalian, sehingga pembayaran untuk seluruh pegawai RS dipending," tutupnya, (@wi)





