-->

Banner Panglima TNI dan Kapolri

Ucapan Kabid Humas

Ads Google Searc

Sat Lantas

Hukrim

Aksi Pengrusakan Patung Tani Kembali Terjadi, Kini Pelaku Resmi Dilaporkan ke Polisi

Riska
16/08/21, 17:06 WIB Last Updated 2021-08-16T12:26:27Z
Wargata.com, Sulbar - Peristiwa pengrusakan patung ikon Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, akhirnya secara resmi dilaporkan kepada pihak berwajib. Minggu (15/8/21)

Pemerintah kecamatan wonomulyo sebagai pihak pelapor di wakili Sekcam Wonomulyo, Samiaji, S.Sos., resmi melaporkan pelaku di Polsek Urban Wonomulyo, Minggu sore.

Banyaknya desakan dari masyarakat, mempertanyakan penanganan peristiwa pengrusakan, termasuk pelaku yang hingga saat ini masih berkeliaran bebas, menjadi salah satu alasan sehingga masalah ini diserahkan kepada pihak berwajib.

Samiaji mengatakan bahwa Sebenarnya, "kami tidak ingin melaporkan masalah ini ke Polsek, namun karena ada desakan dari masyarakat menanyakan kenapa pelaku tidak diamkan, jangan sampai nanti berbuat yang tidak baik jika tidak ditangani, dengan berat hati saya laporkan ke Polsek sore tadi,“. kata Samiaji kepada media.

Sekcam Wonomulyo Samiaji saat melaporkan ke Polsek Urban Wonomulyo, Selain peristiwa pengrusakan, juga telah menimbulkan keresahan di masyarakat

“Kami berharap, laporan ini segera diproses oleh pihak kepolisian, karena tindakan pelaku sudah meresahkan masyarakat dan merugikan pemerintah,“. Ungkap Samiaji.

Samiaji juga meminta keluarga pelaku, untuk memenuhi janjinya, membangun kembali patung yang telah dihancurkan oleh pelaku, dimana orang tua pelaku telah memberikan pernyataan akan membangun kembali patung tersebut, "Saya berharap orang tua pelaku untuk segera memenuhi janjinya, membangun kembali patung yang telah dirusak anaknya,“. Pungkas Samiaji.

Sebelumnya diberitakan bahwa, sejumlah patung yang menjadi ikon di Kecamatan Wonomulyo, dihancurkan seorang pria berinisial MK (25), warga setempat.

Aksi pengrusakan dilakukan MK menggunakan martil, dan sempat terekam kamera warga hingga akhirnya viral di media sosial.

Aksi pengrusakan tersebut pertama kali dilakukan MK, pada Jumat sore (23/07) lalu, dan Adapun Dua patung yang dirusak diantaranya yaitu, patung Bapak Tani yang berada di depan alun-alun Kecamatan Wonomulyo, serta Patung Pancasila, di halaman Pendopo Kantor Camat Wonomulyo.

Usai melakukan pengrusakan, keberadaan MK tidak diketahui kendati sempat dilakukan pencarian.

Aksi pelaku terulang lagi pada Jumat dini hari (13/08), MK kembali melakukan pengrusakan Patung Ibu Tani yang berada di Alun-Alun Kecamatan Wonomulyo. Setelah melakukan pengrusakan, keberadaan MK lagi-lagi belum diketahui.

Aksi pengrusakan yang dilakukan MK sempat terlihat warga. Sayang warga enggan menghentikan dengan alasan takut, karena MK disebut-sebut menderita gangguan jiwa.

(TW/IN)


Komentar

Tampilkan

Timwar

+