-->
  • Jelajahi

    Copyright © Wargata.com
    Info Berada di Sekitar Warga

    Banner Ucapan

    Ads Google Searc

    Hukrim

    Banner IDwebhost

    Pastikan Stabilitas Harga Jelang Nataru, Pemda Lutra Sidak Pasar Tradisional

    Admin 10 - Awhy
    24/12/25, 22:45 WIB Last Updated 2025-12-27T14:55:33Z
    Wargata.com, Luwu Utara -- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) terus bergerak untuk memastikan stabilitas harga dan ketahanan pangan dapat terjaga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sehingga inflasi dapat dikendalikan pada momentum tersebut.

    Salah satunya adalah melakukan inspeksi mendadak alias sidak ke sejumlah pasar tradisional di wilayah Kabupaten Luwu Utara, Rabu, 24 Desember 2025. Sidak dipimpin Kepala Bapperida, Drs. Aspar. Sidak juga melibatkan beberapa pihak terkait, seperti Dinas Pertanian, DPKP, dan BPS.

    Hadir pula Perwira Penghubung Kodim 1403/Palopo, serta beberapa pihak terkait lainnya. Sinergi multipihak ini diharapkan mampu membangun fondasi yang kokoh guna menciptakan stabilitas harga dan ketahanan ekonomi di daerah berjuluk Bumi La Maranginang tersebut.

    Hasil sidak yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional, seperti di Pasar Masamba, terungkap bahwa terdapat keterbatasan variasi dan stok barang. Meski begitu, harga di kios-kios pangan relatif stabil. Bahkan harganya sesuai atau di bawah Harga Eceran tertinggi (HET). 

    “Harga di kios pangan relatif stabil. Hanya saja, kami menemukan ada beberapa kios yang tidak dilengkapi label harga yang jelas, sehingga menyulitkan konsumen dalam membandingkan harga. Tentu ini mengurangi transparansi harga itu sendiri,” ungkap Aspar. 

    Aspar juga mengungkapkan bahwa terjadi kesenjangan antara mekanisme stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan di tingkat intervensi pemerintah. Hal ini, kata dia, akan memicu terjadinya lonjakan harga pada komoditas tertentu, seperti cabai dan bawang.

    “Komoditas rawan lonjakan, seperti cabai dan bawang, justru tidak tersedia. Ini mengindikasikan bahwa terjadi kesenjangan antara mekanisme stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan pangan di tingkat intervensi pemerintah itu sendiri,” beber Aspar.

    Ia mengimbau kios pangan tidak menaikkan harga selama interval Nataru. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan stok tetap terjaga. “Lengkapi stok yang kurang, terutama dari Bulog, seperti beras dan minyak goreng, karena stoknya di gudang yang masih memadai,” harapnya. 

    Eks pegawai statistik ini juga mendorong agar semua kios pangan menyediakan komoditas yang riskan inflasi, seperti bawang, cabai, serta sayuran tertentu. Tujuannya, lanjut dia, untuk menjaga stabilitas harga, serta memastikan ketersediaan pasokan yang cukup di pasar.  

    Tak hanya itu, ia juga meminta komitmen dari para stokis, termasuk para penyalur daging ayam dan daging sapi, untuk menahan terjadinya kenaikan harga. Mengingat stok daging ayam dan daging sapi di sejumlah pasar tradisional terpotret masih sangat stabil.

    “Pemantauan kami di lapangan menunjukkan bahwa sidak yang kami lakukan ini membuahkan hasil yang sangat positif. Di mana harga di kios pangan pemda dapat dipertahankan stabil, yang diikuti oleh sebagian besar pedagang di pasar-pasar tradisonal lainnya,” imbuh Aspar.

    Hanya saja, kata dia, ada beberapa komoditas belum tersedia di kios, sehingga komoditas yang belum tersedia tersebut rawan mengalami kenaikan harga. “Ini menjadi dasar rekomendasi kita agar komoditas tersebut segera dilengkapi guna memperluas dampak stabilisasi,” harapnya.

    Rekomendasi tersebut nantinya mencakup penguatan koordinasi dengan daerah penghasil untuk menjamin pasokan, optimalisasi fungsi kios pangan agar menyediakan stok memadai dan lengkap (termasuk komoditas volatil) dengan label harga yang jelas, serta percepatan program ketahanan pangan lokal. (LHr/@wi)
    Komentar

    Tampilkan

    Daerah

    +