-->
  • Jelajahi

    Copyright © Wargata.com
    Info Berada di Sekitar Warga

    Banner Ucapan

    Ads Google Searc

    Hukrim

    Banner IDwebhost

    Bhayangkari Cabang Enrekang Ikuti Gelaran Workshop Eco Enzyme Serentak se-Indonesia

    Admin 2 - Alam
    29/11/25, 15:50 WIB Last Updated 2025-11-29T08:52:59Z
    Wargata.com, Sulsel - Bhayangkari Cabang Enrekang ikut ambil bagian dalam Workshop Eco Enzyme yang digelar serentak oleh Bhayangkari seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

    Kegiatan ini dipusatkan di Aula Wira Pratama Mapolres Enrekang dan dipimpin langsung oleh Ketua Bhayangkari Cabang Enrekang, Ny. Anie Hari Budiyanto, didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Ny. Jusniati Ali, Jum'at, (29/11/2025)

    Ratusan peserta tampak antusias mengikuti workshop yang terhubung secara daring melalui Zoom dengan dipandu oleh Bhayangkari Pusat. Dan Sejak awal kegiatan terlihat suasana penuh kebersamaan, edukatif serta semangat gotong royong terlihat sangat menonjol.

    Dalam arahannya, Ny. Anie Hari Budiyanto menyampaikan bahwa workshop eco enzyme ini memiliki tujuan besar: tidak hanya mendukung pencapaian Rekor MURI, tetapi juga mendorong kepedulian lingkungan di kalangan keluarga besar Polri.

    “Workshop ini menjadi momentum bagi kita semua untuk lebih sadar lingkungan. Limbah organik yang biasanya dibuang kini dapat kita ubah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi rumah tangga, pertanian, hingga pengurangan sampah,” Ucapnya melalui Sihumas kepada awak media, Sabtu, (29/11/2025)

    Ia pun menyampaikan, bahwa eco enzyme merupakan cairan ramah lingkungan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran, gula, serta air bersih. Cairan ini memiliki banyak kegunaan, mulai dari pembersih alami, pupuk tanaman, pengusir serangga, hingga bahan dasar pembuatan sabun dan produk ramah lingkungan lainnya.

    Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai proses pembuatan yang sederhana namun harus mengikuti tahapan dengan benar. Fermentasi membutuhkan waktu sekitar Tiga bulan sebelum cairan siap digunakan.

    Tak hanya itu, ampas fermentasi juga tetap bernilai guna dan dapat ditimbun sebagai penyubur tanah atau digunakan sebagai bibit untuk fermentasi berikutnya.

    Workshop berlangsung dengan sangat baik, ditandai dengan demonstrasi langsung pembuatan eco enzyme oleh Bhayangkari Cabang Enrekang sesuai panduan pusat. Peserta pun aktif bertanya dan ikut mempraktekkan teknik dasar pembuatan cairan organik tersebut.

    “Partisipasi Bhayangkari Cabang Enrekang dalam kegiatan nasional ini menunjukkan komitmen nyata terhadap gerakan pelestarian lingkungan. Kami bangga bisa turut berkontribusi dan menjadi bagian dari sejarah pemecahan Rekor MURI,” Ungkap Ny. Anie.

    Workshop eco enzyme ini berhasil memberikan pemahaman dan keterampilan praktis bagi para peserta untuk mengolah limbah organik menjadi produk yang lebih bermanfaat.

    Edukasi ini juga menjadi bagian dari program nasional Bhayangkari untuk memperluas gerakan cinta lingkungan hingga ke rumah-rumah anggota Polri di seluruh Indonesia, Pungkasnya.

    (MW/RL/AM)
    Komentar

    Tampilkan

    Daerah

    +