-->
  • Jelajahi

    Copyright © Wargata.com
    Info Berada di Sekitar Warga

    Banner Ucapan

    Ads Google Searc

    Hukrim

    Banner IDwebhost

    Melalui Restorative Justice, Polres Enrekang Berhasil Damaikan Dua Kelompok Pemuda

    Admin 2 - Alam
    18/05/26, 22:25 WIB Last Updated 2026-05-19T08:42:27Z
    Wargata.com, Sulsel – Sat Reskrim Polres Enrekang berhasil menyelesaikan perkara perselisihan antar Dua kelompok pemuda melalui pendekatan Restorative Justice. Proses perdamaian difasilitasi langsung oleh Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., di Mapolres Enrekang.

    Perkara yang sebelumnya sempat viral di media sosial tersebut berawal dari laporan saling lapor antara Dua kelompok pemuda. 

    Menindaklanjuti hal itu, Polres Enrekang tidak serta-merta memproses ke ranah pengadilan, melainkan mengedepankan penyelesaian melalui musyawarah dan mediasi.

    Dalam proses perdamaian, Kapolres Enrekang melibatkan sejumlah pihak untuk memastikan penyelesaian yang adil dan diterima semua pihak. Hadir pada kegiatan ini, anggota DPRD Kabupaten Enrekang Fraksi NasDem Nurafni Rajuddin dan Hamzah A., unsur Pemerintah Daerah, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

    Kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, DPRD, dan elemen masyarakat ini menjadi kunci keberhasilan mediasi. Setelah melalui dialog yang konstruktif, Kedua belah pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan. Kesepakatan damai dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani bersama.

    Kapolres Enrekang, AKBP Hari Budiyanto menyampaikan bahwa penyelesaian perkara melalui Restorative Justice diharapkan menjadi solusi untuk perkara-perkara yang melibatkan warga, terutama yang bersumber dari kesalahpahaman atau konflik sosial.

    "Penegakan hukum tidak selalu harus berakhir di pengadilan. Dengan peran aktif kepolisian, pemerintah daerah, DPRD, instansi terkait, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama, kita bisa menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan sehingga tercipta kembali kerukunan di tengah masyarakat," Ucap Kapolres, Senin, (18/5/2026).

    Polres Enrekang berharap model penyelesaian seperti ini dapat terus dikembangkan ke depan, agar konflik di masyarakat dapat diselesaikan secara damai, cepat, dan tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.

    (MW/RL/AM)
    Komentar

    Tampilkan

    Daerah

    +